kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi pada Senin (30/3), Cermati Saham-Saham Berikut


Senin, 30 Maret 2026 / 05:17 WIB
IHSG Berpotensi Melanjutkan Koreksi pada Senin (30/3), Cermati Saham-Saham Berikut
ILUSTRASI. Pelemahan IIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih akan berlanjut pada perdagangan Senin (30/3/2026). (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 67,034 poin atau 0,94% ke 7.097,05 pada akhir perdagangan Jumat (27/3/2026). Dalam sepekan terakhir, IHSG melemah 0,56%. Pelemahan IHSG diperkirakan masih akan berlanjut pada perdagangan Senin (30/3/2026).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta memprediksi level support IHSG berada di level 7.005 dan 6.892, serta resistance di posisi 7.222 dan 7.482 untuk perdagangan Senin (30/3/2026).

Ada sejumlah faktor yang akan mempengaruhi pergerakan IHSG. Salah satu sentimen utama masih berasal dari dinamika konflik di kawasan Timur Tengah, yang mendorong lonjakan harga minyak dunia hingga rata-rata berada di kisaran US$ 100 per barel. 

Baca Juga: IHSG Melemah Jelang Pekan Baru, Sentimen Timur Tengah dan The Fed Jadi Sorotan

"Kondisi ini dapat menekan risk appetite investor dan pelaku pasar," kata Nafan kepada Kontan, Minggu (29/3/2026).

Di sisi lain, pasar juga masih dibayangi oleh kekhawatiran terhadap potensi inflasi yang berlangsung lebih lama, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi arah kebijakan suku bunga dari Bank Sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserves (The Fed). Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga menjadi sentimen negatif bagi pasar saham domestik.

Nafan juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait pemberlakuan tarif biaya ekspor batubara mulai 1 April, yang berpotensi menjadi headwind bagi emiten-emiten berbasis batubara.

Meski demikian, ia menilai sektor tersebut masih memiliki penopang apabila harga komoditas tetap bergerak dalam tren bullish consolidation, sehingga masih dapat menjadi tailwind bagi saham-saham terkait.

Tak hanya itu, pasar juga berpotensi dipengaruhi oleh penyesuaian portofolio para fund manager setelah libur Idulfitri, yang bisa memicu perubahan arah aliran dana di pasar saham.

Baca Juga: Prospek SBN 2026: Peluang Capital Inflow Terbuka di Tengah Yield Tinggi

Secara terpisah, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana memproyeksi IHSG masih rawan bergerak terkoreksi dengan support 7.059 dan resistance 7.136. 

Pergerakan pasar saham domestik akan dipengaruhi oleh sentimen dari Timur tengah, "Serta kondisi pasar secara global yang cenderung korektif," tambahnya.

Untuk saham, Herditya menyarankan pelaku pasar dan investor untuk mencermati saham CUAN di level harga Rp 1.475-Rp 1.745, DSNG di target harga Rp 1.670-Rp 1.745 dan UNTR pada level target Rp 31.300-Rp 32.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×