kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Harga Minyak Naik 2%, Negosiasi AS-Iran Buntu, Pasokan Timur Tengah Tertekan


Senin, 28 September 2026 / 21:00 WIB
Harga Minyak Naik 2%, Negosiasi AS-Iran Buntu, Pasokan Timur Tengah Tertekan
ILUSTRASI. Selat Hormuz (via REUTERS/Amirhosein Khorgooi/ISNA)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak mentah kembali menguat di tengah ketidakpastian negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kebuntuan pembicaraan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan pasokan minyak dari Timur Tengah, terutama melalui Selat Hormuz.

Pada Senin (28/9/2026), harga minyak Brent naik sekitar 1,6% menjadi US$ 106 per barel, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 15 September. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 1,8% menjadi US$ 94,10 per barel.

Tekanan terhadap pasar meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian Iran untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Negosiasi AS-Iran Buntu dan Selat Hormuz Jadi Sorotan

Meski demikian, Trump mengatakan AS masih akan melanjutkan pembicaraan dengan Iran pada pekan ini.

Mediator diperkirakan kembali menggelar pembicaraan terpisah dengan AS dan Iran pada Senin atau Selasa. Perkembangan tersebut menjadi perhatian pasar karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak global.

Di sisi lain, risiko gangguan pasokan juga datang dari Yaman. Koalisi pimpinan Arab Saudi menyatakan telah mencegat dua rudal balistik dan dua drone yang diluncurkan kelompok Houthi ke arah Arab Saudi.

Analis VT Markets Dubai Mahmoud Mashal mengatakan kembali memanasnya hubungan Arab Saudi dan Houthi turut menjaga kekhawatiran terhadap infrastruktur dan arus energi.

"Arus minyak masih berada di bawah level sebelum konflik, sehingga pasar tetap mengalami kekurangan pasokan," kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Meski demikian, ekspor minyak dari sejumlah produsen utama Timur Tengah mulai pulih. Data awal Kpler menunjukkan ekspor minyak mentah kawasan tersebut mencapai 12,8 juta barel per hari pada September, tertinggi sejak konflik dimulai pada Februari.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Konflik AS-Iran Memanas dan Ganggu Pasokan Selat Hormuz

Pemulihan terutama ditopang kenaikan ekspor Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, seiring meningkatnya kembali arus minyak melalui Selat Hormuz. Volume yang melewati jalur tersebut diperkirakan mencapai sekitar 7,4 juta barel per hari pada September.

Arab Saudi juga mengalihkan sebagian ekspor dari pelabuhan Yanbu di Laut Merah ke pelabuhan Ras Tanura di wilayah timur setelah serangan merusak jaringan pipa East-West.

Pergerakan harga minyak juga dipengaruhi kekhawatiran terhadap pasokan produk olahan, khususnya diesel. Pekan lalu, Trump mendukung gagasan pelarangan ekspor diesel AS untuk menekan harga domestik yang melonjak akibat kelangkaan pasokan global.

Goldman Sachs memperkirakan pembatasan ekspor diesel AS dapat menyebar ke pasar global. Eropa dan Amerika Latin yang selama ini menjadi tujuan utama diesel AS berpotensi meningkatkan permintaan dari pemasok lain, termasuk India, sehingga memperketat pasokan di Asia.

Sementara itu, harga Brent naik 0,4% sepanjang pekan lalu. Berbeda dengan Brent, harga WTI turun lebih dari 7% akibat kekhawatiran mengenai kemungkinan larangan ekspor diesel AS yang dapat menekan aktivitas kilang AS.

Baca Juga: Harga Minyak Naik, Konflik AS-Iran Kembali Ancam Pasokan Global

Tekanan pasokan energi juga datang dari konflik Rusia-Ukraina. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan militer Ukraina menyerang sejumlah fasilitas minyak Rusia di wilayah Krasnodar pada Senin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×