kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.067   -43,00   -0,24%
  • IDX 6.052   12,05   0,20%
  • KOMPAS100 791   2,77   0,35%
  • LQ45 601   1,98   0,33%
  • ISSI 210   -0,35   -0,17%
  • IDX30 340   1,02   0,30%
  • IDXHIDIV20 422   0,61   0,14%
  • IDX80 90   0,27   0,30%
  • IDXV30 115   -0,42   -0,37%
  • IDXQ30 109   0,31   0,28%

Harga Minyak Naik, Konflik AS-Iran Memanas dan Ganggu Pasokan Selat Hormuz


Rabu, 15 Juli 2026 / 08:14 WIB
Harga Minyak Naik, Konflik AS-Iran Memanas dan Ganggu Pasokan Selat Hormuz
ILUSTRASI. Harga Minyak (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak dunia kembali menguat setelah konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas.

Eskalasi militer kedua negara memicu kekhawatiran pasar terhadap terganggunya pasokan energi global, terutama setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia.

Pada perdagangan Rabu (15/7/2026) pukul 00.29 GMT, harga minyak Brent naik US$ 1,46 atau 1,72% menjadi US$ 86,19 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 1,11 atau 1,4% ke level US$ 80,40 per barel.

Kenaikan ini memperpanjang reli sehari sebelumnya. Pada Selasa (14/7), harga minyak melonjak sekitar 2% dan ditutup di level tertinggi dalam satu bulan. Brent mencatat penutupan tertinggi sejak 12 Juni, sedangkan WTI berada di posisi tertinggi sejak 15 Juni.

Baca Juga: Harga Minyak Meroket! Ketegangan AS-Iran Panas Lagi di Selat Hormuz

Sentimen utama datang dari keputusan Presiden AS Donald Trump yang kembali memberlakukan blokade laut terhadap seluruh pelabuhan Iran. Di sisi lain, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah target milik AS di kawasan.

Konflik tersebut semakin memperburuk gangguan pasokan energi di Selat Hormuz. Sebelum perang pecah, sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melintasi jalur strategis tersebut.

Militer AS pada Rabu dini hari juga mengumumkan dimulainya gelombang serangan baru terhadap Iran. Washington menyatakan operasi itu bertujuan melemahkan kemampuan Iran yang digunakan untuk menyerang kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Sementara itu, Teheran menyatakan kembali menutup Selat Hormuz setelah pertempuran dengan AS kembali pecah pekan lalu. Langkah tersebut memperbesar risiko terhadap pasokan energi global sekaligus mengancam gencatan senjata rapuh yang tercapai pada Juni setelah berbulan-bulan konflik.

Dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan Selasa malam, Trump mengatakan pihaknya masih menahan serangan terhadap fasilitas energi Iran, namun mengisyaratkan opsi tersebut tetap terbuka.

Baca Juga: Harga Minyak Naik 3% Pasca Iran Menyerang Fasilitas Energi di Timur Tengah

"Saya akan menyimpan target energi untuk terakhir, tetapi pada akhirnya kami akan menyerang target energi," ujar Trump.

Di sisi lain, militer Iran mengklaim telah meluncurkan serangan drone ke pangkalan militer AS di Azraq, Yordania. Hingga kini Pentagon belum memberikan tanggapan resmi.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga menyatakan telah menyerang fasilitas persenjataan dan gudang militer di Bahrain serta Kuwait. Namun, laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Meningkatnya ketegangan dalam beberapa hari terakhir juga memunculkan keraguan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani kedua pihak bulan lalu mampu mengakhiri konflik secara permanen.

Chief Market Analyst KCM Trade Tim Waterer menilai peluang harga minyak kembali mendekati US$ 100 per barel masih cukup besar apabila konflik terus meningkat dan mulai merusak infrastruktur energi di kawasan Teluk.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Berpotensi Bertahan Tinggi, Pasar Pantau Ketat Selat Hormuz

Namun, menurutnya, jika upaya diplomatik berhasil membuka kembali Selat Hormuz, harga Brent berpotensi bertahan di kisaran US$ 75-US$ 80 per barel.

"Untuk saat ini premi risiko masih tercermin dalam harga minyak. Namun, pergerakannya bukan hanya satu arah karena kedua belah pihak masih memiliki insentif untuk mencari solusi diplomatik," kata Waterer.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×