kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.676   -60,00   -0,34%
  • IDX 6.319   -52,18   -0,82%
  • KOMPAS100 832   -10,94   -1,30%
  • LQ45 631   -4,14   -0,65%
  • ISSI 225   -2,77   -1,22%
  • IDX30 360   -1,39   -0,38%
  • IDXHIDIV20 449   1,48   0,33%
  • IDX80 96   -1,08   -1,12%
  • IDXV30 124   -0,84   -0,68%
  • IDXQ30 118   0,53   0,46%

Trump Klaim Negosiasi AS-Iran Hampir Rampung, Harga Minyak Anjlok 6%


Kamis, 21 Mei 2026 / 05:22 WIB
Diperbarui Kamis, 21 Mei 2026 / 05:24 WIB
Trump Klaim Negosiasi AS-Iran Hampir Rampung, Harga Minyak Anjlok 6%
ILUSTRASI. Harga minyak (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Harga minyak dunia anjlok sekitar 6% pada perdagangan Rabu (20/5/2026) setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyebut negosiasi antara AS dan Iran sudah memasuki tahap akhir.

Pernyataan itu memicu harapan pasar bahwa ketegangan di Timur Tengah bisa mereda dan gangguan pasokan minyak berkurang.

Harga minyak Brent ditutup turun US$ 6,26 atau 5,63% ke level US$ 105,02 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi US$ 5,89 atau 5,66% menjadi US$ 98,26 per barel.

Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran berada di tahap akhir, namun tetap memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan apabila Iran tidak menyetujui kesepakatan.

Baca Juga: Harga Minyak Anjlok 4% usai Komentar Trump yang Redakan Kekhawatiran Soal Iran

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan Iran siap menyusun protokol keamanan pelayaran bersama negara-negara pesisir di kawasan. 

Pernyataan itu muncul di tengah kekhawatiran pasar terhadap gangguan distribusi minyak melalui Selat Hormuz.

Meski ada sinyal kemajuan diplomatik, pelaku pasar masih berhati-hati terhadap hasil akhir negosiasi. Kekhawatiran utama tetap tertuju pada ketatnya pasokan minyak global yang diperkirakan masih berlangsung meskipun kesepakatan AS-Iran tercapai.

Mitra Again Capital, John Kilduff, menilai pasar terlalu cepat merespons optimisme penyelesaian konflik. Menurut dia, pasar langsung memberi respons positif dan mulai memperhitungkan peluang tercapainya perdamaian.

Sejumlah analis juga masih melihat risiko kenaikan harga minyak ke depan. Analis Citi memperkirakan harga Brent masih berpotensi naik ke US$ 120 per barel karena pasar dinilai belum sepenuhnya menghitung risiko gangguan pasokan berkepanjangan.

Sementara itu, Wood Mackenzie memperingatkan harga minyak bahkan bisa mendekati US$ 200 per barel apabila Selat Hormuz tetap terganggu hingga akhir tahun.

Baca Juga: Kebuntuan AS-Iran Picu Lonjakan Harga, Minyak WTI dan Brent Menggila

Analis PVM juga menilai stok minyak global berpotensi turun ke level kritis. Namun, menurut mereka, pelaku pasar saat ini cenderung terlalu tenang dalam merespons risiko konflik di Timur Tengah.

Di tengah ketidakpastian itu, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz mulai menunjukkan pergerakan.

Tiga kapal tanker raksasa dilaporkan melintasi selat tersebut pada Rabu setelah tertahan lebih dari dua bulan di Teluk dengan membawa sekitar 6 juta barel minyak mentah menuju pasar Asia.

Meski demikian, jumlah kapal yang melintas masih jauh di bawah kondisi normal sebelum perang, yang rata-rata mencapai sekitar 130 kapal per hari.

CEO ADNOC, Sultan Al Jaber, mengatakan diperlukan setidaknya empat bulan untuk memulihkan arus distribusi minyak hingga mencapai 80% dari level sebelum konflik.

Untuk menutup kekurangan pasokan, sejumlah negara kini mengandalkan cadangan minyak komersial dan strategis. Di Amerika Serikat, persediaan minyak mentah turun tajam pekan lalu seiring tingginya permintaan.

Baca Juga: Pembicaraan AS-Iran Penentu Nasib Harga Minyak Dunia

Badan Informasi Energi AS (EIA) mencatat stok minyak mentah AS turun 7,9 juta barel menjadi 445 juta barel pada pekan yang berakhir 15 Mei. Penurunan itu lebih besar dibanding perkiraan analis yang sebelumnya memproyeksikan penurunan sekitar 2,9 juta barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×