Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Harga minyak mentah dunia kembali menguat seiring dengan perkembangan eskalasi di Timur Tengah.
Mengutip Trading Economics Selasa (28/4/2026) pukul 13.20 WIB, harga minyak mentah Brent naik 1,70% secara harian ke level US$ 109,97 per barel.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta mengatakan, kebuntuan negosiasi AS-Iran dan Selat Hormuz yang masih ditutup membuat harga minyak naik ke level tertinggi dalam 3 pekan terakhir.
Baca Juga: Ekonom Ungkap Langkah BCA Himpun Dana Murah Mampu Topang Fundamental
Nafan melihat minyak Brent pada daily chart telah berhasil menyentuh target harga teoritis wave iv berdasarkan retracement fibonacci 62,80% di level US$ 106,74.
Oleh karena itu, terdapat potensi terjadi koreksi minor seiring dengan pergerakan harga yang sedang menguji kembali level support di US$ 99,30 yang didasarkan pada retracement fibonacci 38,20%.
“Sedangkan level US$ 106,74 dan US$ 112,35 merupakan level resistance apabila terjadi eskalasi geopolitik yang menyebabkan pasokan minyak terbatas,” ujar Nafan dalam risetnya pada Selasa (28/4/2026).
Sebelumnya, upaya untuk menjembatani kesenjangan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan masih terus berlangsung melalui peran mediator Pakistan, meski tidak ada lagi diplomasi tatap muka setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan utusannya pada akhir pekan lalu.
Baca Juga: Chandra Daya Investasi (CDIA) Tambah Modal ke Anak Usaha Petrosea (PTRO) di Singapura
Sumber dari pihak Iran menyebutkan bahwa Tehran mengajukan proposal baru yang mengusulkan agar pembahasan program nuklir Iran ditunda hingga perang berakhir dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan. Namun, usulan tersebut diperkirakan sulit diterima Washington yang menegaskan bahwa isu nuklir harus menjadi prioritas utama sejak awal perundingan.
Diplomasi yang sempat diharapkan dapat dipulihkan kembali mengalami kemunduran setelah pembatalan kunjungan utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner ke Islamabad, Pakistan, tempat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi sebelumnya melakukan perjalanan bolak-balik untuk pembicaraan tidak langsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













