Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Awal 2021 membawa angin segar bagi emiten pertambangan batubara. Pasalnya, harga komoditas ini masih menunjukkan sinyal yang positif. Misalkan saja, harga batubara di bursa ICE Newcastle pada perdagangan Senin (4/12) berada di atas level US$ 80 per ton, tepatnya di US$ 81,4 per ton.
Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas mengatakan, investor saat ini sudah bisa mengoleksi sejumlah saham berbasis tambang batubara, seperti PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), dan PT United Tractors Tbk (UNTR). Sukarno menyebut, saat ini sudah bisa dijadikan sebagai momentum untuk buyback.
”Saran saya, buy bertahap sambil melihat konfirmasi sinyal buy selanjutnya,“ujar Sukarno saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (5/1).
Adapun pada perdagangan Selasa (5/1), kelima saham ini kompak melemah. ITMG melemah 0,37% ke level Rp 13.600, ADRO melemah 2,06% ke level Rp 1.425, INDY melemah 2,31%, PTBA melemah 0,72%, dan UNTR melemah 1,31%.
Baca Juga: Pasar membaik, Bumi Resources (BUMI) targetkan produksi batubara naik 5% tahun ini
Kiwoom Sekuritas Indonesia menaikkan asumsi harga batubara untuk tahun ini, yakni pada kisaran US$ 78-US$ 89 per ton. Target ini naik dari asumsi sebelumnya yakni di US$ 65 per ton.
Adapun harga batubara rebound salah satunya sejalan dengan program vaksinasi yang dimulai di beberapa negara.
Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri menjadikan saham Bukit Asam, Adaro Energy, dan United Tractors sebagai top picks.
Untuk PTBA, BRI Danareksa Sekuritas berekspektasi adanya pendapatan yang tinggi pada tahun 2021, yang didukung oleh produksi batubara yang lebih tinggi. Hal ini didukung oleh kelanjutan pembangunan infrastruktur perkeretaapian dan pelabuhan baru di masa depan serta diversifikasi bisnis di segmen gasifikasi dan power plant.
Untuk ADRO, emiten ini diharapkan mampu menghasilkan pendapatan yang solid pada tahun 2021, mengingat harga batubara yang solid serta ekspektasi pertumbuhan yang moderat dalam produksi batubara tahun ini.
“Kami juga menyukai Perusahaan ini karena diversifikasi bisnisnya ke pembangkit listrik, batubara kokas, dan potensi hilirisasi batubara,” terang Stefanus dalam risetnya, Rabu (23/12).
Sementara untuk UNTR, anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) tersebut diperkirakan akan mengalami pemulihan pendapatan tahun ini berkat harga batubara yang lebih baik serta volume penjualan emas dan batubara yang lebih tinggi.
BRI Danareksa Sekuritas menyematkan rekomendasi buy untuk saham PTBA, ADRO, dan UNTR dengan target harga masing-masing Rp 3.600, Rp 1.800, dan Rp 33.000.
Selanjutnya: Harga batubara menanjak, APBI: Tidak menutup kemungkinan produksi bakal lebih tinggi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













