kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Harga Emas Spot Turun 1% Kamis (3/4), Usai Capai Rekor Tertinggi Akibat Tarif Trump


Kamis, 03 April 2025 / 19:07 WIB
Harga Emas Spot Turun 1% Kamis (3/4), Usai Capai Rekor Tertinggi Akibat Tarif Trump
ILUSTRASI. FILE PHOTO: Gold bars at the Austrian Gold and Silver Separating Plant 'Oegussa' in Vienna, Austria, March 18, 2016. REUTERS/Leonhard Foeger/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas mengalami koreksi pada Kamis (3/4) setelah melonjak ke rekor tertinggi baru menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tentang penerapan tarif impor besar-besaran.

Kebijakan ini sebelumnya telah mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas.

Baca Juga: Sebulan Harga Emas Antam Naik 9,35 Persen, Hari Ini Melompat (3 April 2025)

Melansir Reuters, harga emas spot turun 1,4% menjadi US$3.090,00 per ons troiu pada pukul 11:30 GMT, setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi US$3.167,57 di awal perdagangan. Sementara itu, futures emas AS turun 1,7% ke $3.111,40.

Sepanjang tahun 2025, emas terus melanjutkan tren bullish dari tahun sebelumnya, mencatat kenaikan 18% berkat kombinasi faktor seperti ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, pembelian besar-besaran oleh bank sentral, serta meningkatnya aliran investasi ke dana yang didukung emas (gold-backed exchange-traded funds).

"Perdagangan yang melemah, biaya produksi yang lebih tinggi, dan margin keuntungan yang menyusut telah memberikan tekanan besar pada pasar saham, sementara ketidakpercayaan geopolitik semakin meningkat," kata Adrian Ash, Direktur Riset di BullionVault.

"Prospek pertumbuhan ekonomi yang suram seperti ini menjadi latar belakang sempurna bagi kenaikan harga emas lebih lanjut."

Baca Juga: Kebijakan Tarif Trump Dorong Harga Emas Naik, Begini Proyeksi Selanjutnya

Tarif Trump Menciptakan Ketidakpastian Pasar

Pada Rabu (2/4), Trump mengumumkan rencana penerapan tarif 10% untuk sebagian besar barang impor ke AS, serta tarif yang jauh lebih tinggi pada berbagai negara, termasuk sekutu dan rival dagangnya.

Kebijakan ini memicu kepanikan di pasar global karena dikhawatirkan dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan inflasi.

Di tengah kondisi ini, bank sentral diperkirakan akan terus membeli emas sebagai langkah diversifikasi cadangan mereka dari dolar AS, sehingga menopang reli emas tahun ini.

Analis di ANZ memperkirakan harga emas akan terus naik dan menyentuh US$3.200 dalam enam bulan ke depan.

Namun, berdasarkan lembar fakta Gedung Putih, tarif Trump tidak berlaku untuk beberapa komoditas, termasuk emas, tembaga, energi, serta mineral tertentu yang tidak tersedia di AS.

Di sisi lain, stok emas di gudang COMEX AS mengalami lonjakan dalam beberapa bulan terakhir akibat kekhawatiran bahwa tarif impor dapat menghambat pengiriman emas ke AS.

Baca Juga: Harga Emas Antam Melonjak Rp 17.000 Jadi Rp 1.836.000 Per Gram Hari ini, Rekor Lagi

Logam Mulia Lainnya Ikut Tertekan

Harga perak turun 4,7% menjadi US$32,44, level terendah sejak 11 Maret. Menurut Jigar Trivedi, analis senior di Reliance Securities permintaan perak semakin tertekan setelah diberlakukannya tarif minimum 10% pada impor semikonduktor, yang merupakan sektor utama penggunaan perak.

Sementara itu, platinum jatuh 2,6% menjadi US$957,60, dan paladium merosot 1,6% ke US$954,78.

Selanjutnya: Tetap Garap Pasar Ekspor, Garuda Metalindo (BOLT) Fokus Ekspor ke Jerman

Menarik Dibaca: 9 Rekomendasi Buah Penurun Gula Darah yang Tinggi dan Terbukti Efektif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×