Reporter: Alya Fathinah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) bergerak fluktuatif cenderung naik dalam beberapa waktu terakhir di tengah dinamika pasokan dan permintaan global.
Berdasarkan data Bloomberg pada Senin (16/3/2026), harga CPO untuk pengiriman Mei 2026 di Malaysian Derivatives Exchange berada di level MYR 4.678 per ton, naik 2,32% dari akhir pekan lalu. Dalam sebulan, harga CPO sudah naik sekitar 11,22%.
Founder Traderindo.com, Wahyu Laksono mengatakan, memasuki kuartal II tahun ini harga CPO diproyeksikan akan bergerak dalam rentang yang lebih stabil namun tetap terjaga (firm).
Baca Juga: IHSG Melemah 1,61% ke 7.022 pada Senin (16/3/2026), AMMN, BRPT, DSSA Top Losers LQ45
Menurut Wahyu, pada kuartal II produksi CPO biasanya mulai meningkat yang secara teoritis dapat menekan harga. Namun, adanya peningkatan aktivitas pembelian dari India menjelang siklus perayaan dan kebutuhan stok ulang (restocking) pasca Ramadan-Idul Fitri di negara-negara muslim akan memberikan bantalan bagi harga.
"Estimasi median untuk kuartal II-tahun 2026 berada di kisaran MYR 4.100 - MYR 4.400 per ton. Volatilitas mungkin akan meningkat jika terdapat sinyal baru yang lebih konkret mengenai jadwal pasti implementasi B50 dari pemerintah Indonesia," ujar Wahyu kepada Kontan pada Senin (16/3/2026).
Wahyu memprediksi, harga CPO di kuartal II-2026 akan berada di rentang support MYR 4.370 per ton dan resistance MYR 4.800 per ton.
Jika level itu dapat ditembus, maka support dan resistance berikutnya MYR 4.000 per ton dan MYR 5.200 per ton.
Sementara itu, Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong memproyeksi, harga CPO berpotensi sedikit melemah karena periode tersebut biasanya bertepatan dengan peningkatan produksi musiman di Asia Tenggara.
Harga berpotensi berada di kisaran MYR 3.900–4.300 per ton, kecuali terjadi lonjakan harga energi atau gangguan pasokan global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













