kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.623.000   25.000   0,96%
  • USD/IDR 17.761   0,00   0,00%
  • IDX 6.442   -20,72   -0,32%
  • KOMPAS100 842   -10,03   -1,18%
  • LQ45 640   -8,61   -1,33%
  • ISSI 226   1,58   0,70%
  • IDX30 355   -4,91   -1,36%
  • IDXHIDIV20 444   -5,39   -1,20%
  • IDX80 96   -1,17   -1,20%
  • IDXV30 123   -1,06   -0,85%
  • IDXQ30 114   -1,69   -1,45%

Harga Batubara Kembali Melonjak, Ini Kata Analis


Jumat, 02 Desember 2022 / 04:35 WIB


Reporter: Nur Qolbi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Harga batubara kembali melonjak setelah sempat mengalami koreksi.

Berdasarkan data Barchart harga batubara ICE Newcastle untuk kontrak pengiriman Januari 2023 berada di level US$ 389 per ton per Rabu (30/11).

Harganya batubara tersebut naik 4,15% dalam sehari. 

Sementara dibanding lima hari sebelumnya, harga batubara ini meningkat 11,17% dan melesat lebih dari 35% dibanding harga pada 10 November 2022.

Baca Juga: Harga Batubara Melonjak, Kinerja TBS Energi Utama (TOBA) Moncer Hingga Kuartal III

Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan, kenaikan harga batubara terjadi karena pelaku pasar mengantisipasi pelonggaran kebijakan zero-Covid di China. 

Apabila terjadi pelonggaran, maka permintaan batubara berpotensi meningkat, mengingat China konsumen batubara terbesar dunia.

Selain itu, pelaku pasar juga mengantisipasi langkah kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) yang diprediksi tidak terlalu agresif. 

Perkembangan terkait kedua hal ini akan menjadi faktor penentu pergerakan harga batubara ke depannya.

"Faktor pendorong kenaikan lainnya berasal dari belahan bumi utara yang akan segera memasuki musim dingin," 

Analis DCFX Futures Lukman Leong mengatakan kepada Kontan.co.id, Kamis (1/12). 

Baca Juga: Ramai Emiten Bank Gelar Rights Issue, Simak Rekomendasi Saham dari Analis Berikut Ini

Sejalan dengan lonjakan harga batubara yang terjadi belakangan ini, Lukman merevisi naik prediksi harganya. 

Ia memperkirakan, harga batubara pada akhir tahun 2022 sampai awal 2023 dapat mencapai US$ 370-US$ 410 per ton.

Namun ia juga mengingatkan bahwa setelah kuartal-II 2023, permintaan energi dunia menurun. 

Hal ini seiring dengan perlambatan ekonomi global dan berakhirnya musim dingin. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×