Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali parkir di zona hijau pada Selasa (21/7/2026). IHSG menguat 1,74% ke level 6.340,02 pada penutupan perdagangan, Selasa (21/7/2026).
Analis menebak, IHSG akan kembali menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (22/7/2026).
Selasa (21/7/2026), total volume perdagangan saham di BEI mencapai 50,78 miliar dengan nilai transaksi Rp 21,30 triliun.
Ada sebanyak 421 saham yang menguat, 205 saham yang melemah dan 169 saham yang stagnan.
Baca Juga: Cek Rekomendasi Teknikal Saham AMMN, CTRA dan HRTA untuk Rabu (22/7)
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, penguatan IHSG masih didominasi volume pembelian yang meningkat dan mampu menembus MA60.
Dari sisi sentimen, pergerakan IHSG selama 3 hari berturut-turut masih didominasi dengan adanya arus masuk dana asing di tengah investor yang menanti hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) pada Rabu (22/7/2026).
“Di sisi lain, pergerakan nilai tukar rupiah masih menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan investor juga masih mencermati memanasnya kembali konflik di Timur Tengah yang menyebabkan harga komoditas minyak mentah kembali menguat,” kata Herditya kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).
Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda melihat, penguatan IHSG didukung penguatan mayoritas sektor, terutama energi, barang baku, infrastruktur, dan properti.
”Penguatan ini juga ditopang oleh kenaikan saham-saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, CUAN, dan DEWA yang menjadi kontributor utama terhadap indeks,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).
Dari sisi domestik, sentimen positif datang dari optimisme pembentukan Pusat Keuangan Internasional Indonesia (PFII) yang dinilai dapat meningkatkan daya saing pasar keuangan nasional dan menarik arus investasi asing.
Baca Juga: Asing Mulai Borong Saham RI, Analis Ungkap Peluang dan Risikonya
Selain itu, S&P Global Ratings yang tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil, serta rencana penerbitan Panda Bond yang memperoleh peringkat AAA/Stable dari lembaga pemeringkat di China, turut meningkatkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia.
“Di sisi lain, investor masih mencermati RDG BI terkait arah suku bunga acuan. Sementara dari global, pasar tetap mewaspadai eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia,” kata Reza.
Cermati Hasil RDG BI
Herditya memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat terbatas dengan support 6.306 dan resistance 6.355 untuk perdagangan Rabu (22/7/2026).
Pada perdagangan Rabu (22/7/2026),rawan terjadi aksi profit taking setelah kenaikan IHSG yang terjadi sejak awal Juli 2026. Selain itu, investor masih mencermati RDG BI yang secara konsensus diperkirakan akan menaikkan suku bunga ke 6%.
Investor pun disarankan untuk mencermati saham BRMS dengan target harga Rp 640 - Rp 670 per saham, MDKA Rp 2.840 - Rp 2.970 per saham, dan TLKM Rp 2.820 - Rp 2.900 per saham.
Reza memproyeksikan, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (22/7/2026), dengan level support di 6.240–6.250 dan resistance di 6.390–6.400.
“Namun, setelah reli yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir, investor juga perlu mewaspadai potensi profit taking jangka pendek,” ungkapnya.
Baca Juga: Ekspansi Pasar Ekspor Jadi Penopang Kinerja SIDO, Cek Rekomendasi Analis
Sentimen utama yang akan menjadi perhatian pasar adalah hasil RDG BI. Konsensus pasar cenderung memperkirakan BI Rate naik 25 bps menjadi 6,00% sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mengantisipasi tekanan inflasi.
“Apabila kenaikan suku bunga diiringi dengan komunikasi kebijakan yang jelas, pasar berpotensi merespons secara positif karena mencerminkan komitmen BI menjaga stabilitas makroekonomi,” tuturnya.
Dari sisi global, investor juga akan mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Harga minyak Brent mulai terkoreksi ke kisaran US$88 per barel di tengah meningkatnya harapan tercapainya gencatan senjata antara AS dan Iran.
Apabila tensi geopolitik terus mereda dan harga minyak stabil, sentimen tersebut berpotensi memberikan ruang bagi penguatan aset berisiko, termasuk IHSG.
“Namun, eskalasi konflik tetap menjadi risiko yang perlu diwaspadai karena dapat kembali mendorong volatilitas pasar,” kata Reza.
Reza pun merekomendasikan beli untuk BRMS dan RATU dengan target harga masing-masing Rp640 - Rp690 per saham dan Rp 5.200 - Rp 5.350 per saham. Rekomendasi trading buy juga disematkan untuk INET dengan target harga Rp 240 - Rp 250 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
