Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) akan membatalkan 32 miliar saham treasuri hasil buyback 2024–2025 sekaligus melanjutkan pembelian kembali saham untuk memberikan manfaat kepada pemegang saham.
Aksi korporasi tersebut dilakukan seiring perbaikan kinerja perseroan. GoTo mencatatkan laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut, termasuk Rp 441 miliar pada kuartal III-2026.
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) menyetujui pembatalan 32 miliar saham treasuri, setara sekitar 2,7% dari total saham GOTO. Prosesnya diperkirakan memerlukan dua hingga tiga bulan.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Kafi Ananta menjelaskan, saham treasuri merupakan saham yang telah dibeli kembali dan disimpan perusahaan. GoTo memilih membatalkannya daripada melepas kembali saham tersebut ke pasar.
Pembatalan saham treasuri membuat jumlah saham beredar berkurang secara permanen. Dus, persentase kepemilikan investor yang tetap memegang saham GOTO terhadap total saham perusahaan menjadi lebih besar.
Baca Juga: GOTO Mempertahankan Tren Laba, Bisnis Fintech Menjadi Penopang
“Dengan membatalkan saham treasuri, GOTO mengurangi jumlah saham secara permanen sekaligus menjaga manfaat buyback bagi pemegang saham yang tersisa. Persentase kepemilikan setiap pemegang saham pun meningkat,” tulisnya, Selasa (3/11/2026).
Kafi menjelaskan saham treasuri sebelumnya tidak memiliki hak suara. Karena itu, pembatalan memastikan saham hasil buyback tidak kembali beredar dan mempertahankan manfaat aksi korporasi bagi investor.
Menurutnya, pencapaian laba bersih selama tiga kuartal berturut-turut menjadi perkembangan penting bagi GOTO. Namun, perbaikan fundamental tersebut belum tentu langsung tercermin pada harga saham.
“Dengan membatalkan saham treasuri, GoTo mengurangi jumlah saham secara permanen sekaligus menjaga manfaat buyback bagi pemegang saham yang tersisa,” kata Kafi.
Selain pembatalan saham treasuri, GOTO juga melanjutkan program buyback saham. Hingga 29 Oktober 2026, GOTO telah merealisasikan pembelian kembali saham senilai Rp 985 miliar.
Baca Juga: Fundamental Membaik, Tekanan Eksternal Masih Bayangi Laju Saham GOTO
Adapun emiten teknologi ini masih memiliki sisa otorisasi buyback sekitar Rp 2,5 triliun. Program pembelian kembali saham tersebut berlaku hingga Juni 2027 sesuai dengan restu RUPSLB.
Kafi menyebut buyback dapat menjadi sinyal keyakinan manajemen terhadap prospek bisnis. Aksi tersebut juga dapat menunjukkan bahwa harga saham belum mencerminkan nilai perusahaan.
Pembelian kembali saham turut menyerap sebagian saham yang beredar di publik. Selama berstatus saham treasuri, saham tersebut tidak berada di tangan investor publik dan tidak memiliki hak suara.
Kafi menambahkan buyback dapat menjadi bantalan ketika pasar saham tertekan karena menghadirkan tambahan permintaan. Meski demikian, aksi tersebut tidak menjamin kenaikan harga saham.
Baca Juga: Intip Rekomendasi Saham dan Prospek GOTO Usai Cetak Laba Rp 1,16 Triliun
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














