Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kondisi geopolitik global yang memanas berimbas juga ke industri kripto. Hal ini setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran yang berdampak pada terganggunya arus perdagangan minyak mentah dunia dan memicu sikap hati-hati investor kripto.
Vice President Indodax Antony Kusuma mengatakan, total nilai transaksi kripto di Indodax pada kuartal I 2026 mencatatkan penurunan 40% dibandingkan kuartal sebelumnya (kuartal IV 2025). Penurunan ini merupakan dinamika pasar yang wajar arena investor cenderung mengambil posisi wait and see.
“Faktor utama yang memicu melambatnya laju transaksi ini adalah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang membuat pasar lebih berhati-hati,” ujar Antony kepada Kontan, Kamis (2/4/2026).
Selain itu, Antony melihat kondisi saat ini juga sedang berada dalam fase penyesuaian yang sangat sejalan dengan narasi siklus historis pergerakan Bitcoin. Sehingga aktivitas jual-beli tidak seagresif kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Masih Volatil, Tapi Berpeluang Rebound di Kuartal II 2026
Sementara itu, CEO Tokocrypto Calvin Kizana menyebut, jumlah nilai transaksi kripto di Tokocrypto pada kuartal I 2026 tercatat sebesar lebih dari US$ 1,5 miliar. Jika dibandingkan dengan kuartal IV 2025, nilai transaksi ini sedikit menurun. Penurunan ini sejalan dengan tren penurunan jumlah transaksi kripto secara nasional, sehingga berdampak langsung pada aktivitas trading di platform Tokocrypto.
Adapun faktor yang menyebabkan penurunan tersebut antara lain melemahnya aktivitas pasar secara umum, yang dapat dipengaruhi oleh kondisi pasar kripto global, sentimen investor yang cenderung lebih berhati-hati. Serta kemungkinan berkurangnya volatilitas yang biasanya mendorong volume transaksi.
“Dengan demikian, penurunan transaksi di Tokocrypto tidak terjadi secara terpisah, melainkan merupakan bagian dari tren yang lebih luas di industri kripto,” terang Calvin.
Yang Paling Diminati
Antony mengatakan, jenis aset kripto yang banyak diminati di Indodax pada kuartal I 2026 antara lain Tether (USDT) dan Bitcoin (BTC). Kedua aset kripto tersebut menjadi aset kripto yang paling diminati dan pilihan utama para trader di Indodax dengan menyumbang sekitar 40% dari total volume perdagangan.
Selain itu, jajaran 10 besar juga diramaikan oleh aset dengan kapitalisasi besar (ETH, XRP, SOL) serta beberapa aset yang sedang tren (PIPPIN, FARTCOIN, JELLYJELLY, PEPE, dan DOGE).
Antony melihat di tengah dinamika makroekonomi dan geopolitik global, investor cenderung mencari aman. Mereka memilih untuk menyimpan pada aset bernilai stabil di USDT untuk menjaga likuiditas dan menjadikan BTC sebagai pegangan utama untuk investasi jangka panjang.
Masuknya jajaran token berkapitalisasi rendah seperti PIPPIN dan meme coin lainnya di daftar top 10 menunjukkan bahwa trader ritel masih aktif memanfaatkan momentum untuk mencari peluang profit jangka pendek dari pergerakan harga yang cepat.
Baca Juga: Harga Bitcoin Anjlok ke US$ 66.000 Usai Ketidakjelaskan Pidato Trump
Sementara itu, berdasarkan data internal, Calvin mengungkapkan aset kripto yang paling diminati di Tokocrypto pada kuartal I 2026 adalah USDT, BTC, SOL, ETH, dan TKO. Hal ini terlihat dari jumlah trader tertinggi yang dimiliki masing-masing aset, di mana USDT menempati posisi pertama dengan lebih dari 1 juta trader, diikuti oleh BTC, kemudian SOL, ETH, dan TKO.
“Selain jumlah trader, volume transaksi pada aset-aset tersebut juga tergolong tinggi, yang menunjukkan aktivitas perdagangan yang signifikan,” terang Calvin.
Menurut Calvin, tingginya minat terhadap aset-aset tersebut disebabkan oleh beberapa faktor. USDT sebagai stablecoin banyak digunakan karena memiliki nilai yang stabil dan sering dijadikan sebagai alat utama dalam transaksi trading.
Sementara itu, BTC dan ETH diminati karena merupakan aset kripto utama yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi dan kapitalisasi pasar besar. Di sisi lain, SOL menarik perhatian karena pertumbuhan ekosistemnya yang pesat, sedangkan TKO diminati karena merupakan token native Tokocrypto yang memiliki berbagai utilitas di dalam platform.
“Bisa disimpulkan bahwa kombinasi antara stabilitas, kepercayaan pasar, likuiditas tinggi, serta utilitas dalam ekosistem menjadi alasan utama mengapa aset-aset kripto tersebut banyak diminati oleh trader di Tokocrypto pada periode tersebut,” jelas Calvin.
Baca Juga: Kripto Terkoreksi di Tengah Gejolak Global, Bitcoin Cs Melemah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













