kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

FTSE Russell Rilis Pengumuman Penting di Sabtu (23/5), Apa Efeknya ke IHSG?


Jumat, 22 Mei 2026 / 18:22 WIB
FTSE Russell Rilis Pengumuman Penting di Sabtu (23/5), Apa Efeknya ke IHSG?
ILUSTRASI. Pengumuman FTSE Russell 23 Mei 2026 bisa picu tekanan IHSG.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyedia indeks global FTSE Russell dijadwalkan merilis hasil review kuartalan FTSE Global Equity Index Series pada Jumat (22/5/2026) waktu Amerika Serikat atau Sabtu, 23 Mei pukul 05.00 WIB.

Retail Research Analyst Dipta Daniswara mengatakan pengumuman review FTSE Russell berpotensi menjadi sentimen penting bagi pergerakan IHSG dalam jangka pendek. 

Jika FTSE kembali melakukan pengurangan signifikan pada saham Indonesia, maka potensi tekanan asing masih dapat berlanjut karena adanya potensi outflow pasif dari fund manager global yang mengikuti acuan FTSE. 

Namun di sisi lain, apabila hasil review FTSE cenderung moderat dan tidak seagresif MSCI, maka dapat menjadi katalis positif untuk pemulihan sentimen pasar karena ekspektasi pelaku pasar saat ini sudah relatif rendah. 

Baca Juga: Garuda Maintenance (GMFI) Bidik Pertumbuhan Laba pada 2026, Begini Strateginya

Dipta bilang saham-saham yang berpotensi paling terdampak adalah saham dengan bobot besar di FTSE Indonesia Index, terutama sektor perbankan seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI yang memiliki kontribusi dominan terhadap indeks. 

Secara terpisah, Investment Specialist Bahana Sekuritas Yazid Muamar bilang, terdapat potensi tekanan jual jangka pendek akibat capital outflow, seiring kemungkinan keluarnya sejumlah saham yang masuk kategori konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

"Mau tidak mau pengelola dana pasif global (passive funds) menyesuaikan portofolio mereka, yang berpotensi memicu capital outflow investor asing sehingga memberikan tekanan jual pada IHSG dalam jangka pendek," ujar Yazid

Yazid menganalisa, IHSG berpotensi menguji level support 6.000 – 5.950, tekanan diberikan dari turunnya saham-saham HSC yang kemungkinan dikeluarkan dari Index FTSE. 

Adapun potensi rebound cukup terbuka karena investor berpotensi masuk kembali ke pasar membeli saham-saham yang yang sudah terdiskon cukup dalam dengan resistance IHSG berpotensi tersentuh di 6.200 – 6.250 secara jangka pendek.

Baca Juga: Negara Importir Minyak Paling Rentan, Rupiah hingga Peso Filipina Tertekan

Adapun Dipta melihat resistance IHSG berada di level 6.215 – 6.323 dan support di posisi 6.080– 6.011/ 5.882

Cermati Akumulasi Asing

Dipta menyarakan investor sebaiknya masih menerapkan strategi follow the flow, yaitu mencermati saham yang mulai kembali diakumulasi asing. Ketika asing mulai net buy bertahap, hal itu bisa menjadi indikasi pasar mulai membaik. 

Ekspektasinya, institusi asing juga cenderung saling memperhatikan positioning dan aktivitas satu sama lain, sehingga ketika aliran dana asing mulai kembali masuk ke Indonesia, biasanya akan diikuti oleh institusi global lainnya secara bertahap.

Rekomendasi Saham

Yazid menyarankan investor sebaiknya melakukan rotasi ke sektor defensif yang resilien. Seperti ICBP dengan target harga secara fundamental Rp9.200 per saham, MYOR pada level target harga Rp 2.800 per saham, MAPI dengan target harga Rp1.600 per saham dan ACES di level target harga Rp520 per saham.

 

Sementara, Dipta merekomendasikan sejumlah saham untuk jangka pendek, antara lain: 

1. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG

  • Rekomendasi: Speculative buy
  • Target harga : Rp 1.670 – Rp 1.725
  • Entry : Rp 1.550 – Rp 1.625
  • Stop Loss : Rp 1.490

2. PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA

  • Rekomendasi: Speculative buy
  • Target harga: Rp 735 – Rp 755
  • Entry price: Rp 685 -Rp 710
  • Stop Loss :Rp 650

3.  PT AKR Corporindo Tbk (AKRA

  • Rekomendasi: Speculative buy
  • Target harga: Rp 1.395 – Rp 1.420
  • Entry price: Rp 1.290 -Rp 1.355
  • Stop Loss : Rp 1.250

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×