kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Dongkrak Transaksi, CFX Pangkas Biaya Transaksi Kripto di Indonesia


Kamis, 05 Maret 2026 / 05:45 WIB
Dongkrak Transaksi, CFX Pangkas Biaya Transaksi Kripto di Indonesia
ILUSTRASI. PT Central Finansial X (CFX) (DOK/CFX)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Central Finansial X (CFX), bursa aset kripto pertama yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan mencatat jumlah konsumen kripto di Indonesia mencapai 19,56 juta orang dengan nilai transaksi kripto sepanjang 2025 mencapai Rp 482,23 triliun. 

Namun, nilai transaksi tersebut tidak sebanding dengan nilai transaksi yang diduga mengalir ke platform global tidak berizin. 

Berdasarkan kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI), nilai transaksi kripto masyarakat Indonesia yang dilakukan melalui platform global tidak berizin diperkirakan mencapai 2,5 kali lipat dari total  nilai transaksi yang dilaporkan ke CFX. 

Direktur Utama Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX), Subani, menilai faktor utamanya karena suku biaya transaksi di dalam negeri dinilai relatif lebih tinggi dibandingkan global. 

Baca Juga: Wall Street Naik Ditopang Harapan Diplomasi Iran, Sektor Teknologi Memimpin Rebound

Subani menyebut suku biaya transaksi kripto di Indonesia terdiri atas tiga macam, yaitu pajak sebesar 0,21%, biaya bursa 0,04%, biaya pedagang tergantung pedagangnya dengan kisarannya dari 0,1% - 0,3% yang dirata-ratakan menjadi 0,2%.

"Berarti biaya transaksi kripto di Indonesia 0,45% berbanding dengan transaksi global yang hanya dikenakan biaya pedagang sekitar 0,08% - 0,15%," ungkap Subani pada Rabu (4/3/2026). 

Menurut Subani, selisih sekitar 0,30% itu cukup besar dan material. Sehingga pihaknya memiliki strategi untuk memangkas biaya transaksi bursa sebesar 50%, dari sebelumnya 0,04% menjadi 0,02% per 1 Maret 2026 dan akan kembali menurunkannya menjadi 0,01% mulai Oktober mendatang. 

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing platform berizin sekaligus mendorong lebih banyak investor domestik bertransaksi di dalam negeri.

Baca Juga: Wall Street Rabu (4/3): S&P 500 Menguat Tipis Usai Laporan Kontak Rahasia Iran ke AS

CFX juga melihat peluang untuk menarik investor asing bertransaksi di Indonesia, mengingat kripto merupakan aset global. Namun, Subani menilai prioritas utama tetap mendorong masyarakat Indonesia menggunakan platform berizin karena proses perizinan dan kepatuhan memerlukan biaya besar bagi pelaku usaha yang taat regulasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×