Reporter: Leni Wandira | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT), produsen komponen mur dan baut untuk industri otomotif, optimistis menjaga pertumbuhan kinerja hingga akhir 2026. BOLT mengandalkan pertumbuhan industri otomotif, diversifikasi bisnis, serta perluasan pasar ekspor untuk mengejar target tahun ini.
Asal tahu saja, BOLT menargetkan pendapatan tumbuh 5%-10% dibandingkan tahun lalu, dengan pertumbuhan laba sekitar 12%. Target tersebut menjadi acuan perseroan dalam menjaga momentum kinerja hingga pengujung tahun.
"BOLT tetap optimistis terhadap prospek bisnis sepanjang tahun 2026, dengan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 5%–10% YoY, kontribusi ekspor sebesar 8%–10% terhadap total pendapatan, serta pertumbuhan laba bersih sekitar 15% YoY," ujar Anthony Wijaya, Direktur BOLT dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).
Baca Juga: Laba Mayora (MYOR) Melesat 31,23% Menjadi Rp 2,43 Triliun per Kuartal III-2026
Ia memastikan untuk mendukung pencapaian target tersebut, BOLT terus menjalankan strategi yang berfokus pada perluasan pasar, diversifikasi bisnis, dan peningkatan efisiensi operasional melalui pemanfaatan teknologi.
Optimisme itu ditopang oleh kinerja keuangan BOLT hingga kuartal III-2026. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, penjualan neto BOLT mencapai Rp 1,42 triliun sepanjang Januari-September 2026, tumbuh 12,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,26 triliun.
"Di sektor otomotif, BOLT akan terus memperkuat penetrasi pasar kendaraan roda dua dan roda empat, sekaligus memperluas jangkauan ekspor ke Eropa, India, dan Amerika Serikat," jelasnya.
Perusahaan juga melihat peluang dari perubahan rantai pasok global, seiring meningkatnya kebutuhan pelanggan internasional terhadap sumber pasokan alternatif. Perkembangan tersebut membuka ruang bagi BOLT untuk meningkatkan ekspor bahan baku, khususnya produk Steel Wire, serta memperluas kerja sama dengan pelanggan internasional.
"Sejalan dengan strategi tersebut, BOLT juga terus mengembangkan bisnis di luar sektor otomotif, khususnya pada industri alat berat, infrastruktur, dan industri umum. Perluasan aplikasi produk ke berbagai sektor ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi pendapatan non-otomotif dan memperluas basis pelanggan, sekaligus menciptakan sumber pertumbuhan yang lebih beragam dalam jangka panjang," ujarnya.
Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 8,34% YoY menjadi Rp 116,74 miliar dari Rp 107,76 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
BOLT juga membukukan kenaikan laba bruto sebesar 18,48% YoY menjadi Rp 325,04 miliar. Pada periode Januari-September 2025, laba bruto BOLT tercatat sebesar Rp 274,35 miliar.
Dari sisi pasar, penjualan domestik masih menjadi penopang utama bisnis BOLT. Hingga kuartal III-2026, penjualan domestik mencapai sekitar Rp 1,33 triliun, sedangkan penjualan ekspor tercatat Rp 95,12 miliar.
Ke depan, perkembangan industri otomotif dan upaya memperluas pasar ekspor menjadi faktor yang perlu dicermati dalam pencapaian target perseroan hingga akhir tahun. Meski demikian, realisasi kinerja sepanjang kuartal IV-2026 masih akan menentukan pencapaian target pendapatan dan laba BOLT secara tahunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













