kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.149   -53,00   -0,29%
  • IDX 5.215   -67,00   -1,27%
  • KOMPAS100 676   -9,52   -1,39%
  • LQ45 532   -7,72   -1,43%
  • ISSI 175   -1,68   -0,95%
  • IDX30 299   -4,17   -1,38%
  • IDXHIDIV20 401   -4,90   -1,21%
  • IDX80 78   -1,06   -1,34%
  • IDXV30 111   -1,05   -0,94%
  • IDXQ30 101   -1,30   -1,28%

Laba Mayora (MYOR) Melesat 31,23% Menjadi Rp 2,43 Triliun per Kuartal III-2026


Kamis, 29 Oktober 2026 / 08:49 WIB
Laba Mayora (MYOR) Melesat 31,23% Menjadi Rp 2,43 Triliun per Kuartal III-2026
ILUSTRASI. Mayora Indah (MYOR) cetak kinerja moncer di sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan naik tipis dan laba bersih melesat 31% (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. 

Emiten di sektor makanan dan minuman ini membukukan kenaikan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 31,23% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 2,43 triliun hingga September 2026.

Laba per saham dasar Mayora Indah tercatat sebesar Rp 109 hingga September 2026, meningkat dari Rp 83 pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan bersih perseroan. Mayora Indah membukukan penjualan bersih sebesar Rp 28,13 triliun per September 2026, naik 3,59% yoy dibandingkan Rp 27,16 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (29/10): Turun Rp 11.000 Jadi Rp 2.559.000 Per Gram

Di sisi lain, beban pokok penjualan perseroan turun menjadi Rp 21,07 triliun dari Rp 21,39 triliun pada periode Januari–September 2025. Kondisi ini mendorong laba kotor Mayora Indah meningkat menjadi Rp 7,06 triliun, dibandingkan Rp 5,76 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Meski demikian, beban usaha MYOR mengalami peningkatan menjadi Rp 4,19 triliun dari sebelumnya Rp 3,38 triliun. Kenaikan tersebut terutama berasal dari beban penjualan yang meningkat menjadi Rp 3,34 triliun dari Rp 2,72 triliun, serta beban umum dan administrasi yang naik menjadi Rp 857,31 miliar dari Rp 659,86 miliar.

Dengan demikian, laba usaha Mayora Indah tumbuh menjadi Rp 2,87 triliun hingga September 2026, dibandingkan Rp 2,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi pos lainnya, MYOR membukukan keuntungan selisih kurs mata uang asing bersih sebesar Rp 371,12 miliar, meningkat dari Rp 176,62 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban bunga turun menjadi Rp 288,19 miliar dari Rp 442,22 miliar.

Secara keseluruhan, laba sebelum pajak Mayora Indah meningkat menjadi Rp 3,10 triliun per September 2026, dibandingkan Rp 2,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

 

Setelah dikurangi beban pajak sebesar Rp 634,86 miliar, Mayora Indah membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp 2,47 triliun. Angka tersebut meningkat dari Rp 1,88 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.

Berdasarkan neraca, MYOR mencatatkan total aset senilai Rp 29,18 triliun per September 2026, menurun dari Rp 31,37 triliun per akhir Desember 2025.

Jumlah liabilitas perusahaan dan ekuitas perusahaan masing-masing tercatat Rp 10,01 triliun dan Rp 19,15 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×