kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Galeri Pendapat: Mastono Ali


Kamis, 09 Oktober 2008 / 22:14 WIB
ILUSTRASI. Pekerja memanen tebu di Jatitujuh, Majalengka, Jawa Barat, Selasa (16/7/2019). Pemerintah menargetkan produksi gula nasional pada tahun 2019 sebesar 2,24 juta ton. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/hp.


Reporter: Hendra Suprayitno |

Mastono Ali,
Analis Valbury Asia Securities

Saya melihat, keputusan otoritas BEI menutup sementara perdagangan mampu memberikan sedikit ketenangan bagi para investor yang panik. Langkah The Federal Reserve (The Fed) yang menurunkan suku bunga dari 2% menjadi 1,5 % telah diikuti oleh berbagai bank sentral dunia.

Rasanya, ini bisa menjadi sentimen positif bagi bursa global untuk menguat kembali. Nah, pada hari ini, saya memprediksi IHSG akan kembali menguat. Saya menyarankan agar investor jangka pendek membeli saham dengan melihat fundamental. Sementara, investor jangka panjang sebaiknya membeli ketika IHSG telah kembali ke angka 2.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×