kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.593.000   1.000   0,04%
  • USD/IDR 17.693   -14,00   -0,08%
  • IDX 6.437   -24,30   -0,38%
  • KOMPAS100 850   -5,62   -0,66%
  • LQ45 647   -3,80   -0,58%
  • ISSI 223   -0,27   -0,12%
  • IDX30 359   -2,55   -0,71%
  • IDXHIDIV20 447   -3,40   -0,76%
  • IDX80 97   -0,66   -0,67%
  • IDXV30 124   -0,63   -0,51%
  • IDXQ30 116   -0,92   -0,79%

Elnusa (ELSA) Tuntaskan Survei Seismik PHE di Laut Selatan Jawa Sepanjang 6.000 Km


Rabu, 16 September 2026 / 16:58 WIB
Elnusa (ELSA) Tuntaskan Survei Seismik PHE di Laut Selatan Jawa Sepanjang 6.000 Km
ILUSTRASI. PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) (Dok/PT Elnusa Petrofin)


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Elnusa Tbk (ELSA) melalui anak usahanya, PT Elnusa Trans Samudera menuntaskan dukungan marine support untuk survei seismik offshore 2D Southeast Java milik PT Pertamina Hulu Energi. 

Survei tersebut merupakan bagian dari Komitmen Kerja Pasti Pertamina Hulu Energi Jambi Merang di wilayah terbuka Laut Selatan Jawa. Pertamina Hulu Energi melakukan akuisisi data seismik sepanjang 6.000 kilometer di Samudera Hindia.

Area survei mencakup laut lepas di enam kabupaten Jawa Timur, yakni Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, dan Lumajang. Dalam proyek tersebut, Elnusa Trans Samudera berperan menyediakan dukungan marine support.

Baca Juga: Menjelang Rilis FOMC, Intip Sentimen dan Proyeksi Rupiah Kamis (17/9)

Sekretaris Perusahaan Elnusa Rustam Aji mengatakan keterlibatan ETSA menjadi bagian dari kontribusi ELSA dalam mendukung eksplorasi nasional sekaligus memperkuat kapabilitas layanan Marine & Offshore Support Services.

“Eksplorasi menjadi salah satu fondasi penting untuk membuka potensi sumber daya energi baru. Meningkatnya aktivitas eksplorasi membuka peluang untuk mengoptimalkan kapabilitas yang ada,” tulisnya dalam keterbukaan informasi, Rabu (16/9/2026). 

Pelaksanaan survei berlangsung dalam dua fase karena menghadapi gelombang tinggi dan arus bawah laut kuat di Samudera Hindia. Fase pertama dimulai Oktober 2025 dan dihentikan sementara pada Desember 2025.

Kegiatan dilanjutkan pada Juli 2026 dan rampung pada 26 Agustus 2026. Selama proyek, Elnusa Trans Samudera menjalankan marine support selama 120 hari tanpa mencatat kecelakaan kerja yang menyebabkan kehilangan waktu kerja.

Survei ini menjadi salah satu pencapaian dalam program New Venture PHE di wilayah Laut Selatan Jawa. Area Trenggalek–Pacitan memiliki potensi akumulasi hidrokarbon yang masih perlu dievaluasi lebih lanjut.

Dalam pelaksanaannya, survei menggunakan teknologi akuisisi 2D Marine Streamer Broadband untuk menghasilkan pencitraan geometri bawah permukaan yang lebih akurat, khususnya pada target eksplorasi dengan kedalaman tinggi.

Baca Juga: Penawaran SR025 Berakhir Hari Ini (16/8), Kuota Belum Terserap Penuh

Meningkatnya eksplorasi menuju wilayah offshore dan new frontier berpotensi meningkatkan kebutuhan jasa pendukung dengan kompetensi spesifik. Rustam melihat perkembangan tersebut sebagai ruang pertumbuhan.

“Ke depan, kami akan terus memperkuat daya saing Marine & Offshore Support Services secara selektif dan prudent. Setiap pengembangan kapabilitas dan investasi harus memiliki relevansi terhadap kebutuhan pelanggan,” katanya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×