kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Kinerja Melesat, Analis Rekomendasi Beli Saham Komunikasi Ini, Harga Merosot 31%


Rabu, 16 September 2026 / 06:10 WIB
Kinerja Melesat, Analis Rekomendasi Beli Saham Komunikasi Ini, Harga Merosot 31%
ILUSTRASI. Kinerja Melesat, Analis Rekomendasi Beli Saham Komunikasi Ini, Harga Merosot 31%


Reporter: Rashif Usman | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Harga saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) terus melemah pada tahun 2026 ini meski memiliki kinerja bagus. Tak heran, analis rekomendasi beli saham INET dengan target harga tinggi.

Pada perdagangan Selasa (15/9), harga saham INET ditutup di Rp 322 turun 10 poin atau 3,01% secara harian. Sejak awal tahun 2026, harga saham perusahan sektor komunikasi ini telah melemah 31,90%.

Harga saham INET saat ini juga telah anjlok parah dari level tertinggi Rp 685 yang terjadi pada 6 Januari 2026.

Di tengah harga saham yang lesu, INET mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang semester I-2026. Lonjakan pendapatan dari bisnis penyedia alih daya menjadi salah satu pendorong utama peningkatan laba bersih perseroan.

Mengutip laporan keuangan perusahaan, INET membukukan laba bersih sebesar Rp 33,67 miliar pada periode Januari-Juni 2026. Realisasi tersebut melonjak 340% secara tahunan (*year on year*/yoy) dibandingkan laba bersih pada semester I-2025 yang tercatat Rp 7,65 miliar.

Pertumbuhan laba bersih sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih perseroan. Pada semester I-2026, pendapatan INET mencapai Rp 926,45 miliar, melesat 1.958% yoy dari Rp 45 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Tonton: MBS Minta Bantuan Trump Hadapi Houthi, AS Kirim Panglima CENTCOM

Pendapatan outsourcing melonjak

Secara rinci, pendapatan INET pada semester I-2026 berasal dari dua segmen usaha.

Segmen penyedia alih daya (outsourcing) menyumbang pendapatan sebesar Rp 782,86 miliar. Sementara itu, pendapatan dari penyedia layanan internet mencapai Rp 143,58 miliar.

Kenaikan pendapatan tersebut turut mengerek laba bruto perseroan. Laba bruto INET tercatat Rp 122,11 miliar pada semester I-2026, meningkat 627,5% dibandingkan Rp 16,78 miliar pada semester I-2025.

Direktur Utama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk, Muhammad Arif, mengatakan pertumbuhan kinerja keuangan tersebut mencerminkan penguatan skala usaha perseroan.

"Kinerja semester I-2026 menunjukkan INET berada pada jalur pertumbuhan yang semakin kuat. Pertumbuhan pendapatan, laba bruto, dan laba usaha menjadi dasar penting bagi Perseroan untuk menjaga disiplin operasional dan memperkuat struktur bisnis secara berkelanjutan," kata Arif dalam keterangannya, Senin (14/9/2026).

Arif menambahkan, pertumbuhan laba menjadi indikator penting bagi perseroan dalam menjaga kualitas kinerja keuangan. Untuk itu, INET terus menyeimbangkan pertumbuhan pendapatan dengan pengendalian beban serta penguatan profitabilitas.

Baca Juga: Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (15 September 2026), BBNI dan DEWA Disorot

Analis soroti konsolidasi entitas baru

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia Abdul Azis Setyo Wibowo menilai lonjakan kinerja INET terutama ditopang oleh peningkatan pendapatan yang sangat signifikan pada semester I-2026.

"Hal ini tercermin dari pendapatan yang tumbuh hampir 20 kali lipat menjadi Rp 926,45 miliar, sehingga turut mendorong laba bersih naik 340% menjadi Rp 33,67 miliar," kata Azis kepada Kontan, Selasa (15/9/2026).

Senada, Analis BRI Danareksa Sekuritas, Abida Massi Armand, menjelaskan bahwa kontribusi pendapatan outsourcing menjadi faktor terbesar di balik pertumbuhan pendapatan tahunan INET.

Segmen tersebut membukukan pendapatan Rp 782,86 miliar pada semester I-2026, sedangkan pada semester I-2025 belum terdapat kontribusi dari pos pendapatan tersebut.

"Ini mencerminkan ekspansi skala usaha melalui konsolidasi entitas baru ke dalam grup, sejalan dengan lonjakan total aset 703,69% dan ekuitas 787,42% yang memberikan basis modal lebih kuat untuk pertumbuhan ke depan," ujar Abida kepada Kontan, Selasa (15/9/2026).

Namun, Abida mengingatkan bahwa prospek INET ke depan bergantung pada keberhasilan integrasi entitas anak usaha baru untuk mengoptimalkan profitabilitas.

Pasalnya, beban pokok pendapatan juga meningkat signifikan sebesar 2.750% sejalan dengan ekspansi skala bisnis perseroan.

Baca Juga: Harga Saham Orang Terkaya RI Rontok 8% Sehari, Investor Receh Perlu Beli / Jual?

Valuasi saham INET dan target harga

Dari sisi valuasi, Abida menyoroti kapitalisasi pasar INET yang berada di kisaran Rp 7,7 triliun. Dengan basis laba bersih semester I-2026 sebesar Rp 33,67 miliar, kondisi tersebut mengindikasikan valuasi yang sudah premium.

Menurut Abida, valuasi tersebut mencerminkan ekspektasi pasar terhadap potensi sinergi jangka panjang dari entitas gabungan.

Sementara itu, Azis memberikan rekomendasi buy untuk saham INET dengan target harga Rp 400 per saham.

Rekomendasi tersebut merupakan pandangan Azis berdasarkan ekspektasi terhadap pertumbuhan kinerja dan prospek bisnis perseroan.

Investor tetap perlu mencermati perkembangan integrasi entitas baru, pertumbuhan pendapatan, pengendalian beban pokok pendapatan, serta kemampuan INET dalam mengonversi pertumbuhan skala usaha menjadi profitabilitas yang berkelanjutan.




 

BUMN, Danantara, dan APBN: Ke Mana Larinya Dividen?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×