Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini
KUALA LUMPUR. Harga minyak sawit alias crude palm oil (CPO) terdepak ke level terendah dalam dua bulan. Dengan demikian, harga minyak sawit sudah terpangkas selama dua pekan berturut-turut.
Data ekspor yang melorot memicu rontoknya harga CPO. Intertek melaporkan, ekspor dari Malaysia dalam 10 hari pertama di bulan Mei surut 6% menjadi 450.269 ton, dibandingkan periode yang sama bulan lalu. Senada, Societe Generale de Surveillance juga menyatakan, di periode yang sama ekspor melorot hingga 14%.
Selain angka ekspor yang mengecewakan, harga juga tertekan lantaran pasar cemas kekacauan politik di Yunani bisa menyebabkan memburuknya krisis di Eropa. Kedua isu ini menyebabkan surutnya permintaan investor terhadap komoditas, termasuk minyak sawit.
Kontrak CPO untuk pengiriman Juli di Malaysia Derivatives Exchange sempat terpangkas 1,4% ke posisi RM 3.303 atau setara US$ 1.075 per metrik ton. Ini merupakan level terendah sejak 8 Maret lalu. Selanjutnya, kontrak yang sama bergulir ke level RM 3.311 pada pukul 12.14 di Kuala Lumpur.
Jika dihitung, dalam sepekan ini, harga minyak nabati ini juga sudah tergerus 1,4%. Melanjutkan koreksi tajam yang terjadi pada pekan sebelumnya yaitu mencapai 4,2%.
"Permintaan terlihat melandai. Sementara, ketidakpastian di Uni Eropa kian memberatkan harga CPO," kata Paramalingam Subramaniam, direktur Pelindung Bestari Sdn., di Kuala Lumpur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













