kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ekspektasi pengurangan produksi membuat harga minyak mendidih


Kamis, 13 Februari 2020 / 09:51 WIB
Ekspektasi pengurangan produksi membuat harga minyak mendidih
ILUSTRASI. Harga minyak sudah menguat dalam tiga hari berturut-turut


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Harga minyak mentah kembali naik untuk hari ketiga di tengah ekspektasi pengurangan produksi lebih dalam akibat wabah virus corona.

Mengutip Reuters, Kamis (13/2) pukul 9.30 WIB, harga minyak jenis Brent kontrak pengiriman April2020 di ICE Futures naik 17 sen, atau 0,3%, menjadi $ 55,96 per barel. 

Setali tiga uang, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Maret 2020 di Nymex naik 29 sen, atau 0,6%, menjadi $ 51,46 per barel.

Sentimen pendukung bagi harga emas hitam ini masih datang dari rencana The Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia, yang dikenal sebagai OPEC+, merekomendasikan pengurangan produksi tambahan sebesar 600.000 barel per hari (bph) guna mengimbangi kehilangan permintaan terkait virus corona.

Baca Juga: Harga minyak kembali bangkit seiring meredanya kasus baru virus corona

Saat ini, pengurangan produksi minyak di OPEC+ mencapai 1,7 juta barel per hari. 

Sebelumnya, OPEC juga sudah memangkas proyeksi permintaan minyak tahun ini. Pengurangan permintaan bakal terjadi sekitar 200.000 barel per hari dan mendorong harapan bahwa OPEC+ akan memberlakukan pemotongan tambahan ketika kembali bertemu.

Pemerintah Rusia belum menjelaskan bahwa pihaknya akan mendukung pemotongan lebih dalam, tetapi mayoritas perusahaan minyak Rusia menginginkan pengurangan memperpanjang setidaknya hingga kuartal II-2020, kata seorang pejabat senior Lukoil kepada Reuters

"Minyak naik karena OPEC menunggu tanggapan resmi dari Rusia mengenai usulan pengurangan produksi," Stephen Innes, kepala strategi pasar AxiCorp.




TERBARU

[X]
×