Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku tak mendapatkan arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi pasar modal saat ini.
Penjabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan, sebelumnya telah disampaikan pesan bahwa investasi di pasar modal adalah investasi jangka panjang.
“Kami pun sama-sama meyakini bahwa fundamental ekonomi Indonesia akan semakin baik ke depan,” ujarnya di Gedung BEI, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga: Rupiah Sempat Menguat, Berbalik Melemah ke Rp 17.670 per Dolar AS Kamis (21/5) Siang
Jeffrey juga mengingatkan bahwa Prabowo telah berpesan agar kemudahan perizinan berusaha. Hal ini diharapkan bisa memberikan efek positif kepada perekonomian dan bisa berdampak ke pasar modal.
Lebih lanjut, Jeffrey bilang bahwa pada pekan ini Bursa akan bertemu dengan salah satu emiten yang ada di dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC). Sayangnya dia tak menyampaikan siapa emiten yang dimaksud.
Yang jelas, diskusi antara Bursa dengan emiten tersebut tak terkait dengan metodologi MSCI, mengingat hal tersebut bersifat tertutup antara BEI dan lembaga pemeringkatan global itu.
“Mungkin mau berdiskusi bagaimana agar ada upaya yang bisa dilakukan untuk mendistribusikan lebih banyak kepemilikan saham emiten tersebut kepada publik,” tuturnya.
Sebagai gambaran, pada perdagangan sesi I hari ini (21/5/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 2,76% ke level 6.144,35.
Koreksi hari ini membuat IHSG terpangkas 19,09% dalam sebulan dan 28,94% sejak awal tahun alias year to date (YTD).
Baca Juga: BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25%, Analis Soroti Stabilitas Rupiah
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













