kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Eka Sari Lorena Transport (LRNA) Dihantam Tantangan Berat, Begini Rekomendasi Analis


Kamis, 26 Juni 2025 / 19:56 WIB
Eka Sari Lorena Transport (LRNA) Dihantam Tantangan Berat, Begini Rekomendasi Analis
ILUSTRASI. Pegawai Mercedes-Benz Indonesia berjalan disamping 12 armada bus yang telah diserah terimakan oleh Mercedes-Benz kepada Lorena jelang mudik lebaran di Ciputat, Tangerang Selatan, Selasa (6/6/2017). PT Eka Sari Lorena Transport Tbk (LRNA) tengah berjuang keras menghadapi berbagai tantangan berat di industri transportasi darat berbasis bus.


Reporter: Dimas Andi | Editor: Noverius Laoli

Merujuk laporan keuangan, per kuartal I-2025 arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi LRNA masih minus Rp 2,01 miliar. 

Dihubungi terpisah, Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi menilai, peluang LRNA untuk memulihkan kinerja keuangannya dalam waktu dekat masih cukup berat.

Sebab, tantangan yang dihadapi LRNA sudah menjadi isu struktural di industri transportasi darat. Tidak hanya LRNA saja yang mengalami perlambatan kinerja, tetapi juga perusahaan-perusahaan otobus lainnya. Alhasil, diperlukan peran serta pemerintah untuk membantu sektor tersebut bangkit kembali.

Rianta sendiri juga mengaku, sejauh ini belum ada stimulus dari pemerintah untuk meringankan beban industri transportasi darat, termasuk bagi perusahaan otobus seperti LRNA.

Baca Juga: Organda: Tiket Bus AKAP Lebaran 2025 Masih Banyak Tersedia

Terlepas dari itu, Wafi menyebut strategi LRNA untuk fokus ke angkutan bus jarak dekat cukup menarik, mengingat permintaan layanan transportasi umum untuk commuting cukup tinggi dan relatif lebih tahan terhadap perubahan makroekonomi.

"Kolaborasi dengan sister company di bidang kargo juga bisa menjadi alternatif meski dampaknya kemungkinan baru terasa dalam jangka panjang," kata dia, Kamis (26/6).

Wafi menyarankan investor untuk wait and see terhadap saham LRNA.

Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga merekomendasikan wait and see saham LRNA dengan support di level Rp 130 per saham dan resistance di level Rp 144 per saham.

Pada penutupan perdagangan Kamis (26/6), saham LRNA bertengger di level Rp 135 per saham atau turun 0,74% dibandingkan hari sebelumnya. Sejak awal tahun, saham LRNA merosot 17,18% year to date (ytd).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×