kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.633   -25,00   -0,14%
  • IDX 6.686   66,77   1,01%
  • KOMPAS100 877   10,98   1,27%
  • LQ45 666   9,17   1,40%
  • ISSI 233   2,34   1,01%
  • IDX30 372   4,41   1,20%
  • IDXHIDIV20 459   4,13   0,91%
  • IDX80 100   1,30   1,32%
  • IDXV30 127   1,31   1,04%
  • IDXQ30 119   1,06   0,90%

Dorong Pertumbuhan Semester II 2026, SMGR Perkuat Bisnis Produk Turunan


Rabu, 09 September 2026 / 07:50 WIB
Dorong Pertumbuhan Semester II 2026, SMGR Perkuat Bisnis Produk Turunan
Aktivitas penataan semen kantong Semen Kujang di storage area pabrik Narogong, Jawa Barat. (SIG/dok)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG memperkuat bisnis produk turunan dan solusi bangunan untuk menopang pertumbuhan di tengah persaingan industri semen yang masih menantang.

Direktur Utama Semen Indonesia, Indrieffouny Indra, mengatakan, pemulihan permintaan semen nasional pada semester I 2026 berhasil dimanfaatkan perseroan untuk memperkuat kinerja sekaligus memperluas portofolio bisnis.

"Transformasi memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang SIG," kata Indrieffouny dalam Paparan Publik yang diselenggarakan Bursa Efek Indonesia, Selasa (8/9/2026).

Pada semester I 2026, Semen Indonesia mencatat volume penjualan 18,28 juta ton, naik 5,6% secara tahunan (yoy). Penjualan domestik menjadi penopang utama dengan volume 14,18 juta ton, tumbuh 9,7% yoy.

Baca Juga: Batavia AM Optimis Dana Kelolaan Reksadana Masih Tumbuh Semester II 2026

Pertumbuhan volume tersebut mendorong pendapatan SIG naik 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun. EBITDA meningkat 2,6% menjadi Rp2,15 triliun, sedangkan laba bersih melonjak 445,9% yoy menjadi Rp207 miliar. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp228 miliar, tumbuh 471% yoy.

Untuk mempertahankan momentum tersebut, SMGR tidak hanya mengandalkan penjualan semen. Perseroan mengembangkan portofolio produk turunan dan solusi bangunan untuk menangkap peluang dari sektor infrastruktur, perumahan, hingga investasi industri dan hilirisasi.

SIG memiliki sejumlah produk semen dengan karakteristik khusus, antara lain PwrPro untuk kebutuhan berkekuatan tinggi, DuPro+ SBC untuk konstruksi yang terpapar air laut, DuPro+ LH untuk kebutuhan yang menghadapi asam dan garam, serta MaxStrength Pro untuk pengecoran massal dan stabilisasi tanah.

Selain semen, perseroan mengembangkan produk beton inovatif seperti ThruCrete, SpeedCrete, DekoCrete, paving block berpori, serta Bata Interlock Presisi. Portofolio tersebut menjadi bagian dari strategi SIG memperluas bisnis ke solusi bahan bangunan.

SIG juga terus memperkenalkan konsep Total Building Solutions melalui berbagai pameran, termasuk IndoBuildTech Expo dan Danantara Housing Expo. Langkah ini ditujukan untuk memperluas pasar produk turunan sekaligus meningkatkan penyerapan produk non-semen.

Baca Juga: Ekonom Prediksi Tekanan NIM Perbankan Meningkat pada Semester II-2026

Di sisi pasar, SIG kembali menghidupkan merek Semen Kujang yang merupakan merek semen pertama di Jawa Barat. Perseroan juga menggandeng PERSIB Bandung sebagai Official Cement Partner untuk memperkuat penetrasi pasar ritel di Jawa Barat.

Pengembangan bisnis tersebut didukung jaringan operasi SIG yang terdiri dari 10 pabrik semen terintegrasi, 26 pabrik pengemasan, enam pabrik penggilingan semen, dan tujuh pelabuhan. Jaringan distribusinya mencakup lebih dari 300 distributor di Indonesia dan Vietnam serta lebih dari 63.000 toko ritel di Indonesia.

SIG juga memanfaatkan digitalisasi dan artificial intelligence (AI) dalam pengelolaan rantai pasok untuk meningkatkan efektivitas distribusi dan menjaga ketersediaan produk.

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas konstruksi, pembangunan infrastruktur, serta investasi industri dan hilirisasi, SIG melihat prospek penjualan pada semester II 2026 tetap positif.

Di saat yang sama, perseroan melanjutkan agenda dekarbonisasi melalui peningkatan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif, optimalisasi klinker, serta efisiensi energi dan proses produksi.

Baca Juga: BLES Optimalkan Utilisasi Pabrik untuk Dorong Kinerja Semester II-2026

Produk SIG yang dipasarkan di Indonesia telah tersertifikasi SNI dan memiliki kandungan komponen dalam negeri lebih dari 90%. Perseroan menyebut produk semen dan turunannya memiliki emisi karbon hingga 38% lebih rendah dibandingkan semen konvensional.

Transformasi tersebut juga mendapat pengakuan melalui peringkat idAAA dengan prospek Stabil dari PEFINDO serta ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI kategori Listed Company.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×