kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Dollar aussie takluk di hadapan euro


Senin, 30 Mei 2016 / 20:05 WIB


Reporter: Namira Daufina | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Dollar Australia (AUD) menyerah di hadapan euro. Mengutip Bloomberg, Senin (30/5) pukul 16.35 WIB, pasangan EUR/AUD naik 0,30% ke level 1,5513.

Wahyu Tri Wibowo, Analis Central Capital Futures mengatakan, euro memang tengah bergerak positif. Fundamental Eropa cukup kuat mendukung pergerakan karena keadaan yang kondusif. Seperti diketahui, Uni Eropa sepakat untuk menggelontorkan pinjaman baru bagi Yunani senilai US$ 11,5 miliar. Ini setelah parlemen Yunani sepakat untuk melakukan pemotongan belanja dan kenaikan pajak.

Selain itu, pada pertemuan ECB mendatang, pelaku pasar memprediksi kebijakan moneter tidak akan berubah dan tetap melakukan stimulus longgar. Ini berkaca dari penambahan kuantitatif yang dilakukan ECB pada Maret 2016 menjadi 80 miliar euro dan memangkas suku bunga deposito di bawah level 0.

Sementara, dollar Aussie terseret data ekonomi Australia yang negatif. “Itu jadi katalis negatif, apalagi komoditas rontok. Sulit aussie untuk unggul,” jelas Wahyu.

Penjualan rumah baru per April 2016 merosot dari 8,9% di bulan lalu menjadi minus 4,7%. Lalu, keuntungan operasional perusahaan melorot dari minus 3,6% menjadi minus 4,7%.

“Jelas kontras dengan kondisi fundamental Eropa. Maka, Selasa (31/5), peluang EUR/AUD melanjutkan kenaikan masih terbuka,” prediksi Wahyu. Walau memang peluang kenaikan lebih terbatas, karena sudah melesat cukup tajam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×