kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45928,35   -6,99   -0.75%
  • EMAS1.321.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Didukung Tren Penurunan Inflasi, Lelang SUN Selasa (16/5) Diprediksi Semarak


Senin, 15 Mei 2023 / 16:37 WIB
Didukung Tren Penurunan Inflasi, Lelang SUN Selasa (16/5) Diprediksi Semarak
ILUSTRASI. Lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (16/5) diperkirakan masih semarak. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lelang Surat Utang Negara (SUN) pada Selasa (16/5) diperkirakan masih semarak. Tren penurunan inflasi menjadi sentimen positif bagi investor dalam mengikuti lelang.

Research & Consulting Manager PT Infovesta Kapital Advisori Nicodimus Kristiantoro memperkirakan pelaksanaan lelang SUN akan lebih ramai peminat dibanding lelang SUN sebelumnya. Sebab, kondisi pasar obligasi sekarang sedang dalam tren bullish.

“Dengan demikian, investor dapat semakin percaya diri untuk terus berinvestasi SUN khususnya melalui pelaksanaan lelang pekan ini,” ujar Nico kepada Kontan.co.id, Senin (15/5).

Baca Juga: Pemerintah Akan Lelang SUN dengan Target Indikatif Rp 25,5 Triliun pada Selasa (16/5)

Sebagai informasi, lelang SUN terakhir dilaksanakan pada 11 April 2023 dengan mencatat penawaran masuk sebanyak Rp 44,98 triliun. Kala itu, pemerintah memutuskan nominal yang dimenangkan sebesar Rp 16,05 triliun dari tujuh seri SUN yang ditawarkan.

Menurut Nico, pasar obligasi Indonesia saat ini tengah menarik berkat beberapa sentimen positif. Dari domestik, inflasi Indonesia terus melandai dan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sudah mencapai puncaknya (peak).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) April 2023 tercatat sebesar 0,33% (mtm), sehingga secara tahunan menjadi 4,33% (yoy), turun dari level bulan sebelumnya yang sebesar 4,97% (yoy).

Sementara dari global, tren inflasi Amerika Serikat (AS) terus melandai dan The Fed sudah memberikan pernyataan untuk menghentikan kenaikan suku bunga lanjutan pasca kenaikan Fed Funds Rate (FFR) di awal Mei 2023 sebesar 25bps.

Investor asing juga sedang menggemari pasar obligasi seiring real yield yang masih atraktif dibandingkan negara peers dan didukung dengan fundamental ekonomi yang berlanjut solid. Selain asing, permintaan dari investor institusi lokal seperti perbankan, asuransi, dana pensiun, reksadana, ritel juga masih kuat.

Nico mencermati, pemerintah akan memenangkan target indikatif antara Rp 17 – Rp 20 triliun pada lelang besok Selasa (16/5). 
Pemerintah belum akan menyerap maksimal dana SUN sebesar Rp 25.5 triliun karena sejauh ini target lelang kuartalan sudah terpenuhi 26% dari total target Rp 130 triliun untuk kuartal kedua 2023.

Baca Juga: Hingga Kuartal I 2023, Penerbitan SBN Mencapai Rp 295,45 Triliun

“Jika menggunakan asumsi sisa pelaksanaan lelang hingga akhir kuartal kedua 2023 maka akan dimenangkan dengan target indikatif minimal. Secara target kuartalan, nilai lelang kurang lebih sudah tercapai sehingga pemerintah tidak terkena beban risiko pembayaran bunga yang lebih besar,” kata Nico.

Dari sisi imbal hasil (yield), Nico melihat tren yield yang akan dimenangkan berpotensi lebih rendah dibandingkan yield pada pelaksanaan lelang Surat Utang Negara pada 11 April 2023. Hal itu karena dalam sebulan terakhir yield obligasi negara sebagai acuan seri-seri yang dilelang, tengah dalam tren penurunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×