Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli
Jonathan Guyadi, Analis Samuel Sekuritas Indonesia melihat di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, ACES mengalami gangguan di beberapa rute pengiriman barang yang menyebabkan persediaan menurun menjadi sekitar 211 hari pada kuartal I – 2026.
“Untuk mengurangi potensi gangguan logistik di masa mendatang, perusahaan berencana untuk membangun kembali penyangga stok dengan menormalkan persediaan kembali menjadi sekitar 240 hari,” ujar Jonathan dalam risetnya pada 15 Juli 2026.
Secara paralel, manajemen telah meningkatkan harga jual rata – rata atau average selling price (ASP) untuk mengimbangi tekanan biaya dari apresiasi yuan China (CNY) yang naik 16,2% secara year on year (yoy) dan dolar Amerika Serikat (USD) yang naik 4,7% yoy terhadap rupiah per 15 Juli 2026.
Baca Juga: Perbaikan Trafik Pelanggan hingga Stabilnya Permintaan Dorong Kinerja Penjualan ACES
Melalui inisiatif positif ini, ACES menargetkan margin laba kotor (GPM) YoY yang relatif stabil sebesar 47% pada tahun 2026.
Jennifer memproyeksikan pendapatan dan laba bersih ACES tahun 2026 masing – masing mencapai Rp 9,36 triliun dan Rp 737 miliar. Adapun pada tahun 2025, ACES mengantongi pendapatan Rp 8,63 triliun dan Rp 668,7 miliar.
Jennifer dan Jonathan merekomendasikan buy saham ACES dengan target harga masing – masing Rp 500 per saham dan Rp 430 per saham. Sementara Azis merekomendasikan trading buy dengan target harga Rp 375 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
