Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kenaikan harga menjadi salah satu faktor yang menjaga kinerja PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) pada semester I – 2026. Namun, tantangan daya beli menjadi salah satu hal yang perlu diwaspadai perseroan ke depan.
Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo, menyoroti Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang menurun dari 117,8 pada Juni 2026 menjadi 116,8 pada Juli 2026.
Meski IKK menurun, Azis melihat prospek kinerja ACES masih positif, meski pertumbuhan berpotensi lebih moderat.
Baca Juga: Aspirasi Hidup (ACES) Hadapi Potensi Gangguan Logistik, Begini Proyeksi Kinerjanya
“Pelemahan IKK dapat menekan traffic toko, namun ACES masih ditopang oleh peningkatan basket size, ekspansi gerai, dan kekuatan private label sehingga dampaknya relatif terbatas,” ujar Azis kepada Kontan, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, tantangan utama ACES adalah melemahnya daya beli, perlambatan konsumsi discretionary. Serta kenaikan biaya operasional dan impor akibat pelemahan rupiah yang dapat menekan margin.
Adapun fokus utama sentimen yang perlu diperhatikan adalah tren konsumsi rumah tangga, same-store sales growth (SSSG), ekspansi gerai AZKO & NEKA, stabilitas rupiah, serta momentum musiman seperti akhir tahun yang biasanya mendorong penjualan.
Azis melihat peluang kenaikan laba pada semester I-2026 masih terbuka untuk berlanjut hingga kinerja per September 2026 (9M26). Menurutnya, kinerja pada semester I-2026 yang mencatat pertumbuhan laba sekitar 33% yoy menunjukkan fundamental yang solid.
Baca Juga: Aspirasi Hidup (ACES) Untung Besar dari Dolar AS Laba Naik, Ini Dampak Masuknya ACE
“Sehingga laba Januari – September 2026 (9M26) masih berpotensi tumbuh meski laju pertumbuhannya kemungkinan lebih moderat,” terang Azis.
Analis Maybank Sekuritas Indonesia, Jennifer Henry berpendapat bahwa pemulihan pendapatan ACES, lintasan pertumbuhan yang solid, dan imbal hasil dividen yang tinggi belum sepenuhnya diapresiasi oleh investor.
Terlepas dari hambatan konsumsi dan biaya, pendapatan semester I – 2026 yang sebesar Rp 4,5 triliun (naik 6,3% yoy) masih sesuai dengan ekspektasi berkat fokusnya pada segmen pendapatan menengah hingga atas.
Selain itu, laba bersih ACES pada semester I – 2026 yang mencapai Rp 390 miliar (tumbuh 33,3%) sesuai ekspektasi meskipun menghadapi berbagai tantangan.
Baca Juga: Penjualan Rata-rata Toko Asipirasi Hidup (ACES) Tumbuh 2,2% di Semester I-2026
Laba tersebut didorong oleh keuntungan selisih kurs sebesar Rp 138 miliar dari investasi jangka pendek dalam mata uang dolar AS (USD).
Tidak termasuk ini, laba inti sebesar Rp 283 miliar masih sesuai dengan ekspektasi, membentuk 38% dari perkiraan Maybank Sekuritas untuk tahun fiskal 2026.
“Secara keseluruhan, penjualan dan EBIT semester pertama 2026 memenuhi perkiraan kami. Sementara itu, kami memandang positif penurunan margin kotor semester pertama 2026 menjadi 45,3% dibandingkan semester pertama 2025 sebesar 45,4%,” ujar Jennifer dalam risetnya pada 4 Agustus 2026.
Jennifer juga menyoroti pendapatan kuartal II – 2026 yang meningkat menjadi Rp 227 miliar (tumbuh 50% yoy), meskipun pertumbuhan penjualan moderat sebesar 3% yoy.
Pendapatan didukung oleh ekspansi margin kotor menjadi 46,3% setelah kenaikan harga dan keuntungan nilai tukar sebesar Rp122 miliar.
Baca Juga: Prospek Aspirasi Hidup (ACES) Dibayangi Tantangan Daya Beli, Ini Rekomendasi Sahamnya
“Karena penjualan tetap positif bersamaan dengan ekspansi margin kotor, kami yakin kenaikan harga ACES telah diserap dengan baik oleh konsumen targetnya,” kata Jennifer.
Jonathan Guyadi, Analis Samuel Sekuritas Indonesia melihat di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, ACES mengalami gangguan di beberapa rute pengiriman barang yang menyebabkan persediaan menurun menjadi sekitar 211 hari pada kuartal I – 2026.
“Untuk mengurangi potensi gangguan logistik di masa mendatang, perusahaan berencana untuk membangun kembali penyangga stok dengan menormalkan persediaan kembali menjadi sekitar 240 hari,” ujar Jonathan dalam risetnya pada 15 Juli 2026.
Secara paralel, manajemen telah meningkatkan harga jual rata – rata atau average selling price (ASP) untuk mengimbangi tekanan biaya dari apresiasi yuan China (CNY) yang naik 16,2% secara year on year (yoy) dan dolar Amerika Serikat (USD) yang naik 4,7% yoy terhadap rupiah per 15 Juli 2026.
Baca Juga: Perbaikan Trafik Pelanggan hingga Stabilnya Permintaan Dorong Kinerja Penjualan ACES
Melalui inisiatif positif ini, ACES menargetkan margin laba kotor (GPM) YoY yang relatif stabil sebesar 47% pada tahun 2026.
Jennifer memproyeksikan pendapatan dan laba bersih ACES tahun 2026 masing – masing mencapai Rp 9,36 triliun dan Rp 737 miliar. Adapun pada tahun 2025, ACES mengantongi pendapatan Rp 8,63 triliun dan Rp 668,7 miliar.
Jennifer dan Jonathan merekomendasikan buy saham ACES dengan target harga masing – masing Rp 500 per saham dan Rp 430 per saham. Sementara Azis merekomendasikan trading buy dengan target harga Rp 375 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
