kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,31   -15,20   -1.62%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Di tengah wabah corona, IPCC catat penyusutan ekspor-impor ke Malaysia dan Filipina


Kamis, 26 Maret 2020 / 13:28 WIB
Di tengah wabah corona, IPCC catat penyusutan ekspor-impor ke Malaysia dan Filipina
ILUSTRASI. Ratusan mobil yang siap diekspor terparkir di IPC Car Terminal, PT Indonesia Kendaraan Terminal (PT IKT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (11/7/2019). Di tengah wabah corona, IPCC catat penyusutan ekspor-impor ke Malaysia dan Filipina.. ANTARA FOT


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah penyebaran virus corona, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk atau IPC Car Terminal (IPCC) memastikan tetap beroperasi secara normal sebagai upaya mempertahankan kelancaran arus logistik dan bongkar muat kendaraan.

Investor Relation, Reza Priyambada mengatakan, upaya tersebut dijalankan dengan strategi pembagian shift bergilir bagi petugas operasional dengan dibekali Alat Pelindung Diri (APD) operasi yang terstandardisasi dan memadai serta tambahan pelindung untuk pencegahan penyebaran virus corona.

Baca Juga: MNCN optimisme kinerjanya ciamik di tengah merebaknya virus corona

Kebijakan operasional ini didasari karena IPC Car Terminal menjadi garda terdepan negara dalam melayani ekspor-impor otomotif di Indonesia sehingga operasional IPC Car Terminal tetap berjalan normal 24/7 meskipun dengan pembagian shift tersebut.

Meski demikian, ia memaparkan, kegiatan ekspor dan impor khususnya untuk segmen CBU memang mengalami penurunan seiring beberapa negara tujuan ekspor sudah melakukan pembatasan dalam beberapa pekan terakhir ini.

Di antaranya, Malaysia dan Filipina sehingga praktis pengiriman untuk tujuan ke dua negara tersebut mengalami penyusutan untuk sementara waktu. Adapun pangsa pasar dari kedua negara tersebut ialah masing-masing sekitar 29% dan 1% dari total jumlah ekspor CBU.

Hingga pertengahan Maret 2020, total ekspor CBU ke Filipina mencapai 6.455 unit atau lebih rendah 1,56% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sejumlah 6.557 unit. Sementara, unit CBU yang di ekspor ke Malaysia hingga pertengahan Maret 2020 mencapai 128 unit atau turun 58,84% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu sejumlah 311 unit.

Baca Juga: Penjualan alat berat United Tractors (UNTR) melempem di Januari-Februari 2020

Selain CBU, untuk segmen alat berat pun juga mengalami penurunan untuk kedua negara tersebut. Hingga pertengahan Maret 2020, pengiriman ekspor alat berat ke Filipina turun 32,43© YoY menjadi 25 unit. Sedangkan, ke Malaysia turun 58,82% menjadi 14 unit alat berat.

IPC Car terminal hingga kini masih belum membatasi kedatangan Kapal RoRo, dimana kapal-kapal tersebut masih bersandar sesuai jadwal rutin tetap. Akan tetapi, dari segi jumlah muatan ada pengurangan. Hal ini terpengaruh dari sejumlah negara yang telah melakukan kebijakan pembatasan aktivitas ekspor impor.

Sementara untuk kegiatan operasional di terminal domestik, terlihat meningkat sedikit sebesar 6,28% namun, untuk alat berat cenderung turun drastis mencapai 57,12% yang di sebabkan di beberapa daerah menerapkan kebijakan terkait dengan antisipasi penyebaran virus Covid-19.

Baca Juga: Garudafood (GOOD) akan buyback hingga 15 juta saham

Selain itu, industri otomotif dalam negeri juga mengalami penurunan produksi dikarenakan beberapa komponen yang masih diimpor dari negara lain yang menerapkan kebijakan pembatasan tersebut.

“Diharapkan pembatasan-pembatasan tersebut bersifat sementara dan juga diharapkan masih ada sejumlah negara lain yang tidak mengurangi aktivitas ekspor impor otomotifnya sehingga pembatasan dari Malaysia dan Filipina dapat diimbangi dari aktivitas bongkar muat otomotif di negara-negara lainnya,” ujar Reza dalam keterangan tertulisnya yang diterima Kontan, Kamis (26/3).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×