kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Di pasar Asia, emas anjlok 1,5%


Senin, 25 November 2013 / 15:11 WIB
ILUSTRASI. TAJUK - R Cipta Wahyana


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Harga kontrak emas dunia masih belum mampu bangkit pada transaksi hari ini (25/11). Data yang dihimpun Bloomberg menunjukkan, siang tadi, harga kontrak emas untuk pengantaran cepat terpangkas hingga 1,5% menjadi US$ 1.225,55 per troy ounce, yang merupakan level terendah sejak 8 Juli lalu. Pada pukul 14.52 waktu Singapura, kontrak yang sama diperdagangkan di posisi US$ 1.230,43 per troy ounce.

Salah satu sentimen negatif yang menyebabkan harga emas tertekan adalah kesepakatan yang tercapai antara Iran dan negara-negara barat. Kondisi itu menyebabkan permintaan emas sebagai safe haven kian menurun.

Sentimen lainnya adalah terjadinya penurunan kepemilikan emas pada exchange traded products. Pada 22 Nove,ber lalu, kepemilikan emas di ETF anjlok menjadi 852,21 metrik ton, terendah sejak Januari 2009 lalu. Sepanjang 2013, kepemilikan emas di ETF ini sudah terkontraksi hingga 37%.

"Status safe haven yang dimiliki emas sudah menghilang. Sehingga, tak ada lagi alasan investor memburu emas," jelas Jonathan Barratt, chief executive officer Barratt's Bulletin.

Sementara itu, Edward Meir, analis INTL FCStone menilai, harga emas tertekan seiring penguatan dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×