kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Delapan saham turun, ini 10 saham LQ45 dengan PER terkecil (9 November 2018)


Senin, 12 November 2018 / 07:14 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumat (9/11) Bursa Efek Indonesia (BEI) merah padam. Ketika bursa saham tutup lapak, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 102,65 poin (-1,72%), sebelum bertengger di angka indeks 5.874,15.

LQ45, indeks saham dengan konstituen saham-saham berkapitalisasi pasar terbesar dan terlikuid, juga longsor. Turun 24,75 poin (-2,55%), LQ45 berakhir di 931,01.

Waskita Karya Tbk (WSKT), Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), dan Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) berada di posisi tiga pertama daftar saham LQ45 dengan PER positif terkecil secara berurutan; masing-masing dengan PER 4,3 kali, 5,22 kali, dan 6 kali. Posisi selanjutnya diisi oleh INDYWSBP, LPPFAKRAADRO, PTPP, dan BBTN

Dari seluruh saham yang yang masuk dalam daftar ini, delapan saham harganya turun dari harga penutupan sebelumnya. Mereka adalah WSKT, INKP, Indika Energy Tbk (INDY), Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), AKR Korporindo Tbk (AKRA), PT Adaro Energy Tbk (ADRO), Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), dan Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN).

No. Kode Harga (8/11) Harga (9/11) PBV (kali) PER (kali)
1 WSKT 1.670 1.575 0,79 4,3
2 SRIL 358 360 0,99 5,22
3 INKP 11.375 11.275 1,12 6
4 INDY 2.590 2.570 0,81 6,09
5 WSBP 336 332 1,17 7,38
6 LPPF 5.200 5.275 6,18 7,72
7 AKRA 3.440 3.430 1,44 7,96
8 ADRO 1.610 1.580 0,79 8,1
9 PTPP 1.595 1.565 0,64 8,32
10 BBTN 2.410 2.350 1,07 8,33

Sumber: RTI

Adapun dua saham yang lain, yaitu SRIL dan Matahari Department Store Tbk (LPPF) naik harga. 

Price earning ration (PER) adalah perbandingan antara harga saham dengan laba bersih per saham. Penurunan harga saham di bursa secara otomatis akan menurunkan pula nilai PER kalau pada saat yang sama tidak terjadi perubahan laba bersih per saham.

Secara umum ada anggapan bahwa semakin kecil angka PER maka semakin murah pula harga saham tersebut dibanding saham-saham lain dalam sektor usaha yang sama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×