kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Darmawan Suryadi, Dirut JAYA yang Mengaku Konservatif dan Suka LQ45


Minggu, 23 Januari 2022 / 07:00 WIB
Darmawan Suryadi, Dirut JAYA yang Mengaku Konservatif dan Suka LQ45


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bagi Direktur Utama PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA) Darmawan Suryadi, investasi merupakan hal yang sangat penting guna mendukung dan menunjang kehidupan di masa yang akan datang.

Darmawan memandang investasi sebagai kegiatan yang membeli prospek masa depan. Instrumen investasi bukan hanya produk keuangan di atas kertas, tetapi juga dari sektor riil. "Keduanya sama pentingnya," ujar Darmawan belum lama ini. Yang membedakan pilihan investasi, kata Darmawan, adalah waktu dan momentum memilih.

Dia bercerita, mulai terjun ke dunia investasi setelah lulus pendidikan sarjana di National University of Singapore dan kemudian mulai bekerja. Dalam memilih instrumen investasi, pria yang lahir di Cirebon ini lebih menyukai instrumen investasi yang sifatnya likuid dan memberikan imbal hasil baik serta aman.

"Aman, dalam hal ini sesuai dengan takaran risiko yang bisa saya terima," ujar Darmawan. Salah satu instrumen investasi yang dipilih Darmawan adalah saham.

Dalam memilih instrumen investasi, Darmawan yang menilai dirinya investor konservatif, melakukan filter lebih dulu. Dia mempertimbangkan prospek dan risiko saham, sebelum memutuskan untuk membeli.

Tidak kalah penting, Darmawan menerapkan prinsip berinvestasi dengan menggunakan dana dingin. Anak keempat dari lima bersaudara ini, juga sangat menghindari investasi yang bersifat spekulatif. Dia sudah cukup belajar dari pengalamannya terdahulu.

Investasi properti

Krisis keuangan yang paling menjadi ujian beratnya adalah ketika terjadi subprime mortgage di tahun 2008. Ketika itu, instrumen investasi keuangan global merosot, tak terkecuali aset yang Darmawan pegang.




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×