kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Dana Haji Disarankan Tambah Investasi di Emas 5%–15%, WGC Ungkap Manfaatnya


Jumat, 24 April 2026 / 19:04 WIB
Dana Haji Disarankan Tambah Investasi di Emas 5%–15%, WGC Ungkap Manfaatnya
ILUSTRASI. Kontan - Cermati Fintech Group Native Online. Cetak Emas di Cermati (Dok. Cermati/Rankpillar)


Reporter: Alya Fathinah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emas semakin relevan sebagai instrumen strategis dalam pengelolaan dana haji, seiring kebutuhan menjaga daya beli jangka panjang di tengah ketidakpastian global dan fluktuasi nilai tukar.

Riset World Gold Council (WGC) menunjukkan, alokasi emas sebesar 5%–15% secara konsisten dapat meningkatkan imbal hasil portofolio berbasis risiko, sekaligus menekan penurunan nilai saat pasar bergejolak dan menjadi lindung nilai terhadap biaya haji yang berdenominasi riyal Saudi.

Marissa Salim, Pemimpin Riset APAC, World Gold Council mengungkapkan minat umat Muslim di Asia Tenggara untuk menunaikan ibadah haji mencapai sekitar 240 juta orang. 

Baca Juga: Rupiah Tertekan, Perbankan Waspadai Potensi Kenaikan Risiko Kredit

Di Indonesia dan Malaysia, dana haji dikelola pemerintah dengan mandat menjaga dana jamaah sekaligus menghasilkan imbal hasil. 

Karakteristik dana haji yang berjangka panjang, dengan masa tunggu 16 hingga 38 tahun, menuntut pengelolaan investasi yang mampu menjaga nilai riil sekaligus memenuhi kebutuhan biaya haji yang terus meningkat. 

Saat ini, total biaya haji jemaah Indonesia sekitar US$ 5.500, dengan sekitar 38% berasal dari hasil pengelolaan investasi.

"Dana haji sebagian besar memiliki portofolio yang didominasi oleh instrumen pendapatan tetap (sukuk), sekitar setengah dari portofolio. Instrumen pendapatan tetap syariah. 10-20% lainnya dialokasikan untuk ekuitas yang sesuai syariah, dan 10-20% untuk real estat dan aset lainnya," Marissa Salim dalam riset berjudul Gold in Shari'ah Investments: Hajj fund perspective pada April 2026. 

Menurut Marissa, emas dapat melengkapi portofolio tersebut sebagai aset strategis yang sesuai prinsip syariah. 

Secara historis, emas menunjukkan kinerja stabil dalam berbagai siklus ekonomi serta memiliki korelasi rendah hingga negatif terhadap saham saat pasar tertekan.

Baca Juga: HRTA Optimistis Lanjutkan Kinerja Cemerlang pada 2026, Ini Rekomendasi Sahamnya

Emas juga berfungsi sebagai lindung nilai nilai tukar, mengingat biaya haji ditetapkan dalam riyal Saudi yang dipatok ke dolar AS, sementara dana jamaah dihimpun dalam rupiah.

Simulasi portofolio menunjukkan, penambahan emas sekitar 5% mampu meningkatkan efisiensi portofolio dengan imbal hasil sebanding atau lebih tinggi pada tingkat risiko yang lebih rendah.

Namun, implementasi investasi emas masih menghadapi kendala regulasi. Di Indonesia, emas diklasifikasikan sebagai komoditas sehingga membutuhkan tambahan modal bagi institusi keuangan.

Meski begitu, WGC mencatat perkembangan regulasi mulai mengakomodasi instrumen berbasis emas, termasuk ETF emas di pasar modal, yang membuka peluang diversifikasi lebih luas.

Dengan karakter defensif dan kemampuannya menjaga nilai jangka panjang, emas dinilai layak dipertimbangkan dalam strategi alokasi aset dana haji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×