kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Chandra Asri berinvestasi US$ 114 juta


Rabu, 25 Juli 2018 / 08:00 WIB

Chandra Asri berinvestasi US$ 114 juta


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berupaya mengembangkan usaha yang terintegrasi ke sektor hilir. Emiten ini membangun pabrik metil tersier butil eter (MTBE) dan butena-1 yang pertama di Indonesia.

Pabrik ini nantinya akan menampung hasil produksi pabrik butadiena. Sebagai gambaran, anak usaha TPIA, PT Petrokimia Butadiene Indonesia (PBI) baru saja merampungkan peningkatan kapasitas pabrik butadiena.

Dengan begitu, per Juni 2018, kapasitas produksi butadiena bertambah 37% menjadi 137.000 ton per tahun, dari sebelumnya 100.000 ton.

Direktur TPIA Suryandi mengatakan, estimasi biaya pembangunan pabrik MTBE dan butena-1 sebesar US$ 114 juta. "Dananya dari kas internal dan pinjaman bank," kata dia, Selasa (24/7).

Pembangunan pabrik MTBE dan butena-1 akan dimulai pada 2020. Nantinya, kapasitas produksi pabrik MTBE sebesar 127.000 ton per tahun dan pabrik butena-1 mencapai 43.000 ton per tahun. Kedua pabrik ini akan menyerap rafinat-1 yang dihasilkan oleh pabrik butadiena.

Menurut Suryandi, tidak ada perubahan target kinerja tahun ini, meski kapasitas pabrik butadiena kini bertambah. "Target kinerja tetap sesuai yang direncanakan di awal," tegas dia.

Kiswoyo Adi Joe, Kepala Riset Narada Asset Management, menilai, fundamental TPIA cukup bagus. "Perusahaan ini nyaris memonopoli sektor bisnisnya. Target harga saham di Rp 5.500," kata dia, kemarin.

Analis Binaartha Parama Sekuritas M. Nafan Aji mengatakan, ekspansi pabrik bakal memperbaiki kinerja TPIA. Namun, perusahaan ini masih menghadapi tantangan pelemahan rupiah, karena mengimpor bahan baku.

Harga minyak yang naik sejak awal tahun juga membebani operasional. "Karena tantangan eksternal itu, laba kuartal pertama turun," papar Nafan.

Pergerakan saham TPIA juga belum menunjukan tanda uptrend. Kemarin, saham TPIA ditutup naik 1,81% di level Rp 5.050 per saham. "Bisa trading saham TPIA jangka pendek dengan target harga sekitar Rp 5.100–Rp 5.200," saran Nafan.


Reporter: Willem Kurniawan
Video Pilihan


Close [X]
×