kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Layak Dicermati! Harga Melemah, Saham Blue Chip Bank Ini Akan Bagi Dividen 3x Di 2026


Sabtu, 14 Maret 2026 / 06:23 WIB
Layak Dicermati! Harga Melemah, Saham Blue Chip Bank Ini Akan Bagi Dividen 3x Di 2026
ILUSTRASI. Layak Dicermati! Harga Melemah, Saham Blue Chip Bank Ini Akan Bagi Dividen 3x Di 2026


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Investor saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) perlu mencermati saham blue chip perbankan ini. Harga saham blue chip ini terus melemah pada Maret 2026. Namun emiten berkapitalisai besar (big cap) berencana membagikan dividen interim hingga tiga kali sepanjang tahun 2026 ini. 

Saham blue chip adalah saham lapis satu yang telah berpengalaman lama di pasar modal dan memiliki fundamental yang kuat. Saham blue chip biasanya berasal dari perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar besar mencapai puluhan hingga ratusan triliun rupiah.

Di BEI, saham blue chip berasal dari saham di indeks mayor seperti LQ45. Salah satu saham LQ45 sektor perbankan yang tengah turun harga adalah adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Pada perdagangan Jumat 13 Maret 2026, harga saham BBCA ditutup di level 6.875 turun 25 poin atau 0,36% dibandingkan sehari sebelumnya. Harga saham bank swasta terbesar di Indonesia ini juga telah turun 1.150 poin atau 14,33% sejak awal tahun 2026.

Baca Juga: Saham ADRO Sudah Naik 36%, Manajemen Siapkan Buyback Rp4 Triliun, Masih Layak Dibeli?

Manajemen BBCA berencana membagikan dividen interim hingga tiga kali sepanjang tahun 2026. Pembagian dividen ini direncanakan dilakukan setiap kuartal guna memberikan tambahan arus kas bagi pemegang saham.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, kebijakan dividen interim kuartalan tersebut tetap akan mempertimbangkan kondisi keuangan perseroan serta persetujuan Dewan Komisaris.

“Pembagian dividen interim setiap kuartal ini diharapkan dapat menambah cashflow bagi pemegang saham yang selama ini senantiasa bersama kami,” ujar Hendra dalam keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).

Rencana tersebut disampaikan setelah BCA menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (12/3).

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih BCA tahun buku 2025 yang mencapai Rp57,5 triliun.

Tonton: 5 Pimpinan Baru OJK Dilantik, Ini PR Besar yang Menanti

Dari laba tersebut, BCA menetapkan dividen tunai sebesar Rp336 per saham. Secara total, dividen yang dibagikan untuk tahun buku 2025 mencapai Rp41,3 triliun.

Dengan demikian, dividend payout ratio (DPR) BCA mencapai 72%, meningkat dibandingkan DPR tahun buku 2024 yang sebesar 67,4%.

Hendra juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemegang saham atas dukungan yang terus diberikan kepada perseroan.

Menurutnya, BCA akan tetap fokus menjaga fundamental bisnis serta menjalankan strategi secara pruden sepanjang tahun 2026.

 

2 Kapal Pertamina Terjebak di Zona Perang Timur Tengah! Pemerintah Lakukan Negosiasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×