kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Cermati Rekomendasi Emiten yang Cum Date Dividen Interim Pekan Ini


Senin, 01 Desember 2025 / 07:09 WIB
Diperbarui Senin, 01 Desember 2025 / 07:10 WIB
Cermati Rekomendasi Emiten yang Cum Date Dividen Interim Pekan Ini
ILUSTRASI. IHSG Jatuh Ke Zona Merah-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (18/11/2025). Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan kemarin, Selasa (18/11/2025). Sepanjang sesi, IHSG bergerak dalam kisaran 8.341-8.442. IHSG ditutup melemah 0,65% atau 54,95 poin ke posisi 8.361,9. Total volume transaksi mencapai 40,9 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp 19,72 triliun dari 2,52 juta transaksi. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/18/11/2025


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

Dari sisi kinerja keuangan, profitabilitas BBCA ditopang kualitas aset yang sehat dan biaya kredit rendah.

Untuk tahun 2026, laba bersih BCA diproyeksikan tumbuh 2% year on year (YoY) ke Rp57,6 triliun didorong pertumbuhan kredit lebih tinggi yaitu 7,9% dan penurunan cost of credit sejalan turunnya suku bunga acuan.

“Namun, net interest margin (NIM) di tahun 2026 diperkirakan turun 27 basis poin (bps) karena penurunan yield aset produktif di tengah kompetisi kredit wholesale yang ketat,” katanya.

Baca Juga: 34 Emiten akan Cum Date Dividen pada Pekan Ini, Simak Daftarnya

Chory melihat, fokus ekspansi BBCA ke segmen korporasi blue-chip dan perbaikan permintaan KPR akan menopang pertumbuhan kredit 2025–2026.

BBCA tetap unggul dengan franchise CASA lebih dari 80%, sehingga menjaga cost of fund (CoF) tetap rendah dan risiko kualitas aset tetap terkontrol dengan non-performing loan (NPL) gross sebesar 1,5% di tahun 2026.

“BBCA tetap menjadi top defensive pick di perbankan besar berkat fundamental paling kuat di sektor ini,” ungkapnya.

Harga saham BBCA pada perdagangan Jumat lalu ditutup di Rp 8.275 per saham, turun 14,47% sejak awal tahun alias year to date (YTD) seiring adanya tekanan di sektor perbankan dan rotasi ke saham siklikal.

Arus dana asing sebulan terakhir masuk sekitar Rp 19 triliun dan keluar Rp 16,6 triliun, sehingga ada net buy sekitar Rp 2,40 triliun. Ini mencerminkan kepercayaan asing mulai pulih terhadap big banks.

Chory pun merekomendasikan beli untuk BBCA dengan target harga Rp 10.800 per saham berbasis proyeksi kinerja tahun 2026. Ini mencerminkan fair value price to book value (PBV) sebesar 4,4x dan return of equity (ROE) 19,8%.

Baca Juga: Sejumlah Emiten Cum Date Dividen Selasa (8/7), Cermati Saham-Saham Ini Rabu Besok

Dengan upside sampai 29,7%, penurunan harga saham BBCA tahun ini menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka panjang.

“Risiko utama yang memengaruhi kinerja ke depan adalah turunnya NIM lebih dalam dan perlambatan kredit wholesale,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×