kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Cermati Pergerakan IHSG dan Saham Rekomendasi Analis Jelang Pengumuman BI Rate


Minggu, 16 November 2025 / 19:51 WIB
Cermati Pergerakan IHSG dan Saham Rekomendasi Analis Jelang Pengumuman BI Rate
ILUSTRASI. IHSG Melemah Tipis-Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (13/11/2025). Bank Sentral akan mengumumkan BI rate bulan November pada pekan depan, cermati proyeksi IHSG dan saham pilihan analis.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

Sektor Sensitif Suku Bunga

Abida mengungkapkan sektor yang paling sensitif terhadap penurunan suku bunga adalah perbankan dan properti, sehingga dua sektor ini menjadi fokus utama jelang keputusan BI. 

Saham perbankan besar cenderung diuntungkan dari cost of fund yang lebih rendah dan potensi akselerasi kredit. Selain itu, bank digital atau mid-size banks yang memiliki pertumbuhan kredit tinggi juga mendapatkan tailwind dari pelonggaran kebijakan moneter.

Untuk sektor properti, developer dengan landbank besar dan leverage yang terkontrol menjadi kandidat menarik menjelang penurunan suku bunga. Lower mortgage rate meningkatkan permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan penjualan residensial. 

Baca Juga: Penurunan Suku Bunga BI Dapat Pengaruhi Obligasi Multifinance

Selain itu, emiten konstruksi swasta dengan backlog kuat juga bisa menjadi beneficiary dari peningkatan aktivitas sektor properti dan penurunan biaya pembiayaan.

Rekomendasi Saham

Di sektor perbankan, Abida menjagokan saham-saham seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BTPS karena fundamental kuat, pertumbuhan kredit stabil, dan sensitivitas positif terhadap penurunan suku bunga. 

Untuk properti, emiten seperti CTRA, BSDE, dan PWON menarik dicermati berkat kombinasi neraca sehat dan eksposur kuat di residensial maupun komersial.

Sektor konstruksi swasta seperti ACST atau SSIA juga dapat mendapatkan momentum jika penjualan properti meningkat. "Target harga ke depan masih dapat direvisi naik apabila BI benar-benar menurunkan suku bunga dan aliran modal asing kembali menguat," tambah Abida.

Baca Juga: Pasar Menanti Arah Suku Bunga BI, IHSG Masih Berpotensi Melemah

Sektor perbankan kemungkinan menjadi pemimpin kenaikan IHSG, sementara properti berpotensi menyusul seiring perbaikan permintaan KPR. 

"Re-rating valuation pada dua sektor ini dapat memperkuat tren positif IHSG menuju resistance berikutnya setelah 8.480," tutup Abida.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×