Reporter: Muhammad Fatih | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah diproyeksi bergerak sideways dengan kencenderungan menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini (10/9/2026). Sejumlah dinamika sentimen yang cukup beragam bakal membayangi pergerakan rupiah.
Sekedar mengingatkan, rupiah ditutup menguat 0,69% atau naik 121,00 poin ke level Rp 17.511 per dolar AS pada Rabu (9/9/2026).
Sementara itu berdasarkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, rupiah menguat 0,37% ke level Rp 17.552 per dolar AS.
Baca Juga: Yield Lebih Rendah dari ORI030, SR025 Masih Dilirik Investor
Analis PT Finex Bisnis Solusi Futures Brahmantya Himawan mengatakan, untuk perdagangan hari ini (10/9/2026), rupiah bakal diwarnai sentimen yang saling bertolak belakang.
Ia bilang, rupiah akan menghadapi tarik-menarik antara pelemahan dolar AS dan kenaikan harga minyak dan yield US Treasury.
Dari kawasan global, posisi DXY yang berada mendekati level terendah dua pekan masih memberi ruang penguatan bagi rupiah.
Namun, lonjakan harga minyak akibat eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi memicu inflasi AS serta menjaga sikap hawkish The Fed.
"Pasar besok juga akan menunggu PPI AS dan data jobless claims," ujar Brahmantya kepada Kontan, Rabu (9/9/2026).
Kenaikan data inflasi produsen AS berisiko mengangkat kembali ekspektasi suku bunga The Fed, indeks USD, serta yield US Treasury.
Sementara dari dalam negeri, sentimen pasar cenderung lebih positif seiring peningkatan cadangan devisa Indonesia menjadi sekitar US$146,5 miliar.
Kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan rilis data penjualan ritel domestik turut menjadi bantalan penahan tekanan eksternal.
Baca Juga: Laba Bersih Tertekan, Ini Kisi-Kisi Pembagian Dividen Interim Astra (ASII)
Melihat kondisi tersebut, rupiah diperkirakan akan bergerak sideways dengan kecenderungan menguat terbatas pada perdagangan hari ini (10/9/2026).
"Saya memperkirakan USD/IDR bergerak di kisaran Rp 17.600–Rp 17.800 per dolar AS," kata Brahmantya.
Area Rp 17.500–Rp 17.600 menjadi level support bagi rupiah, sedangkan Rp 17.700–Rp 17.800 bertindak sebagai area resistance pada hari ini (10/9/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














