kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.042.000   -45.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.916   25,00   0,15%
  • IDX 7.362   -27,28   -0,37%
  • KOMPAS100 1.021   -6,48   -0,63%
  • LQ45 751   -1,06   -0,14%
  • ISSI 259   -0,96   -0,37%
  • IDX30 401   1,72   0,43%
  • IDXHIDIV20 497   5,73   1,17%
  • IDX80 115   -0,59   -0,51%
  • IDXV30 134   1,20   0,90%
  • IDXQ30 129   0,61   0,48%

Cek Prospek dan Rekomendasi Emiten yang Masih Diburu di Tengah Aksi Jual Asing


Kamis, 12 Maret 2026 / 20:50 WIB
Cek Prospek dan Rekomendasi Emiten yang Masih Diburu di Tengah Aksi Jual Asing
ILUSTRASI. IHSG ditutup turun 4,57 persen ke level 7.577,06 (ANTARA FOTO/ASPRILLA DWI ADHA)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Yudho Winarto

Valuasi Atraktif Jadi Daya Tarik

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai, ada beberapa katalis yang mendorong akumulasi asing.

Pertama, valuasi saham blue chip yang kini lebih atraktif secara historis, sehingga memberikan dividend yield yang menarik.

Kedua, saham-saham tersebut memiliki likuiditas tinggi sehingga tetap menjadi tujuan utama aliran dana asing.

Di sektor energi, eskalasi konflik di Timur Tengah juga memicu ekspektasi peningkatan permintaan komoditas seperti batubara dan logam.

“Secara keseluruhan, koreksi harga pada berbagai sektor telah menciptakan titik masuk yang strategis bagi investor jangka panjang,” kata Liza.

Baca Juga: Dibayangi Sentimen Geopolitik, Begini Prospek Pasar Obligasi

Prospek Arus Dana Asing Masih Fluktuatif

Fundamental Analyst BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai, saham-saham tersebut tetap menarik karena didukung kapitalisasi pasar besar, likuiditas tinggi, dan fundamental yang solid.

Namun, arus dana asing ke pasar saham Indonesia dalam jangka pendek masih berpotensi bergerak fluktuatif, seiring ketidakpastian global serta arah kebijakan suku bunga internasional.

Menurut Imam, arah arus dana global masih sangat dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga global, pergerakan dolar AS, serta premi risiko emerging markets.

Jika ekspektasi penurunan suku bunga global semakin kuat dan tekanan terhadap mata uang emerging markets mereda, maka arus dana asing berpotensi kembali masuk ke pasar Indonesia.

“Potensi kembalinya arus dana asing biasanya terlihat ketika visibilitas siklus pelonggaran moneter global semakin jelas,” ujarnya.

Baca Juga: Eskalasi Konflik Timur Tengah Picu Volatilitas Valas, Dolar AS Menguat

Rekomendasi Saham

Abida merekomendasikan beli untuk beberapa saham berikut:

  • TLKM dengan target harga Rp 4.000
  • BMRI Rp 6.200
  • ASII Rp 7.450
  • ADRO Rp 2.630
  • UNTR Rp 33.000

Sementara itu, Imam merekomendasikan beli TLKM dengan target harga Rp 3.260 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×