kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.918   48,00   0,27%
  • IDX 5.676   -144,30   -2,48%
  • KOMPAS100 733   -18,90   -2,51%
  • LQ45 559   -13,70   -2,39%
  • ISSI 197   -4,31   -2,14%
  • IDX30 318   -7,50   -2,31%
  • IDXHIDIV20 392   -8,80   -2,19%
  • IDX80 83   -2,19   -2,56%
  • IDXV30 107   -1,90   -1,75%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

Buruknya data ekonomi AS kuatkan otot rupiah


Senin, 06 April 2015 / 21:53 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (tengah), Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti (kiri), dan Deputi Gubernur Doni P. Joewono (kanan) memberikan keterangan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur di Jakarta, Selasa (25/7/2023). Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 24-25 Juli 2023 memutuskan untuk kembali menahan suku bunga acuan atau BI-7 Days Repo Rate (BI7DRR) di level 5,75 persen. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/nym.


Reporter: Widiyanto Purnomo | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Rupiah berhasil kembali menguat terhadap dollar Amerika Serikat (AS). Kali ini, buruknya data nonfarm payroll AS per Maret 2015 menjadi sentimen positif yang mengangkat rupiah.

Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah menguat 0,40% menjadi Rp 12.942 per dollar AS. Sementara di pasar spot pasangan USD/IDR turun 0,46% menjadi 12.960.

Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih, menilai penguatan rupiah disebabkan oleh faktor global yaitu melemahnya dollar AS pasca buruknya data nonfarm payroll AS per Maret 2015. Ini juga tercermin dari menguatnya 8 dari 12 mata uang Asia, termasuk rupiah.

“ Buruknya data nonfarm payrolls AS masih menjadi sentimen positif bagi rupiah,” kata Lana

Data nonfarm payrolls AS per Maret 2015 yang dirilis Jumat (3/4), menunjukkan penambahan tenaga kerja AS di luar sektor pertanian AS hanya 126.000 orang, lebih rendah dari estimasi 246.000 orang. Ini merupakan penambahan tenaga kerja terendah sejak Desember 2013.

Lana menilai buruknya data nonfarm payrolls AS merupakan efek negatif dari menguatnya dollar AS. Soalnya selama dollar AS menguat, ekspor Negara paman Sam terganggu, ini menyebabkan aktivitas industri di AS menurun yang kemudian diikuti oleh turunnya penyerapan tenaga kerja di luar sektor pertanian AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×