kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Bursa Jepang menyeret turun bursa Asia


Jumat, 23 September 2016 / 08:14 WIB
Bursa Jepang menyeret turun bursa Asia


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Penurunan bursa Jepang pada transaksi perdagangan pagi ini (23/9) menyebabkan bursa Asia ikut memerah. Mengutip data Bloomberg, pada pukul 09.27 waktu Tokyo, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3%. Meski demikian, sepanjang pekan ini, bursa Asia menorehkan kenaikan 3,5%.

Sedangkan data CNBC menunjukkan, indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,4% dan indeks Topix Jepang turun 0,7%. Kemarin, pasar saham Jepang ditutup karena libur nasional.

Pelemahan bursa Jepang salah satunya disebabkan oleh penguatan yen Jepang yang pagi ini ditransaksikan di posisi 100,84 per dollar AS. Sebelum pengumuman kebijakan The Fed, yen berada di level 102.

Alhasil, mayoritas saham-saham berbasis ekspor Jepang merosot. Saham Toyota turun 2,91%, Nissan turun 1,03%, dan Honda turun 3,08%. Di sisi lain, saham Sony berhasil naik 1%.

Sementara itu, sejumlah indeks acuan Asia lainnya bergerak positif. Indeks ASX 200 Australia naik 0,2%. Sektor finansial mengangkat indeks ASX dengan lonjakan 0,67%. Namun sektor emas anjlok 2%.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,14%.

Bursa Asia terseret penurunan bursa Jepang setelah dollar AS tertekan pasca pengumuman kebijakan The Federal Reserve. Sejumlah analis menilai, sesi transaksi hari ini akan terlihat lebih tenang ketimbang kemarin, setelah mengalami pekan yang sangat sibuk.

"Setelah banyak mengalami kejadian penting, market pada hari ini mengambil nafas dulu sementara waktu. Data ekonomi yang dirilis pada hari ini juga tidak terlalu banyak," jelas Tapas Strickland, ekonom National Australia Bank kepada CNBC.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×