Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Pergerakan bursa saham Asia cenderung stabil pada perdagangan Kamis (18/6/2026). Sementara harga minyak kembali melemah setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara yang membuka peluang berakhirnya konflik di Timur Tengah.
Pelaku pasar masih mencermati perkembangan implementasi kesepakatan tersebut mengingat ketidakpastian geopolitik belum sepenuhnya mereda.
Baca Juga: Segera IPO, Prodia Diagnostic Line (PRDL) Incar Dana Rp 62 Miliar
AS dan Iran telah merilis isi memorandum kesepahaman yang sebelumnya beredar luas di pasar.
Kesepakatan itu memperpanjang gencatan senjata yang diumumkan pada April lalu selama 60 hari tambahan untuk memberi ruang bagi kedua negara merundingkan perjanjian damai permanen.
Meski demikian, Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa serangan militer dapat kembali dilakukan apabila Iran dianggap melanggar komitmennya dalam perjanjian tersebut.
"Risiko geopolitik utama masih tetap ada dan akan terus menjadi penggerak penting bagi pergerakan pasar," kata Analis Senior Pasar Keuangan Capital.com, Kyle Rodda.
Baca Juga: Asing Net Buy Jumbo Rp 2,51 Triliun Kemarin, Cek Saham yang Banyak Diborong
Melansir Reuters, Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang bergerak datar. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang kembali mencetak rekor baru dengan menembus level 71.000 untuk pertama kalinya, ditopang penguatan saham-saham sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI).
Indeks Nikkei melonjak hingga menembus level 71.000, sedangkan pasar saham Korea Selatan menguat 0,9%.
Di sisi lain, kontrak berjangka indeks S&P 500 menguat 0,81% ke level 7.484,8, menunjukkan adanya perbaikan sentimen terhadap aset berisiko.
Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun naik 2 basis poin menjadi 2,62%, mendekati level penutupan tertinggi sejak pertengahan Juni.
Harga minyak kembali turun
Harga minyak melanjutkan tren pelemahan seiring meningkatnya optimisme terhadap normalisasi pasokan energi global.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,25% menjadi US$ 75,83 per barel. Sementara itu, minyak Brent melemah 1,4% ke level US$ 78,41 per barel.
Baca Juga: Jangan Terlewatkan! 16 Emiten Saham Cum Dividen Date Hari Ini (18/6), Yield Ada 5%
Penurunan harga minyak terjadi setelah pasar menilai peluang pembukaan kembali Selat Hormuz dan pemulihan ekspor energi dari kawasan Timur Tengah semakin besar.
Badan Energi Internasional (IEA) pada Rabu (17/6) menyatakan pasar minyak global berpotensi mengalami surplus pasokan yang signifikan pada 2027 setelah pulih dari gangguan akibat penutupan Selat Hormuz.
The Fed masih menjadi perhatian pasar
Meski sentimen geopolitik mulai membaik, pelaku pasar masih dibayangi prospek kebijakan moneter Amerika Serikat.
Pada perdagangan sebelumnya, seluruh indeks utama Wall Street ditutup melemah lebih dari 1% setelah investor meningkatkan taruhan bahwa langkah berikutnya dari Federal Reserve (The Fed) adalah menaikkan suku bunga.
Baca Juga: Alfamart (AMRT) Ubah Struktur Kepemilikan Bisnis di Singapura, Filipina & Bangladesh
Ketua The Fed yang baru Kevin Warsh menegaskan, komitmen bank sentral untuk mengendalikan inflasi. Selain itu, proyeksi terbaru menunjukkan sejumlah pejabat The Fed memperkirakan kenaikan suku bunga masih diperlukan pada tahun ini.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,98% ke level 51.492,55. Indeks S&P 500 melemah 1,21% menjadi 7.420,10 dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,34% ke posisi 26.021,66.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke level 4,471%, sementara yield obligasi tenor dua tahun yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga meningkat ke 4,176%.
Pelaku pasar juga menantikan hasil rapat kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan dan memberikan petunjuk mengenai prospek inflasi ke depan.
Baca Juga: Saham Emiten Properti Ini Beri Dividen Rp 95.000/Lot, Cek Harga, Yield & Jadwal Bayar
Dolar AS masih kuat
Di pasar mata uang, dolar AS bertahan kuat terhadap yen Jepang. Nilai tukar dolar naik tipis menjadi 160,65 yen setelah sempat menyentuh 160,79 yen, level tertinggi sejak Juli 2024.
Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang mata uang utama berada di level 100,32. Euro menguat tipis 0,1% ke posisi US$ 1,1511.
Di pasar komoditas, harga emas spot berada di level US$ 4.309,75 per ons troi.
Adapun di pasar aset digital, Bitcoin menguat 0,16% menjadi US$ 64.464,75, sedangkan Ethereum naik 0,37% ke level US$ 1.752,54.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













