kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Bursa Asia Mixed Pada Selasa (12/11) Pagi, Pasar Masih Mencerna Stimulus China


Selasa, 12 November 2024 / 08:34 WIB
Bursa Asia Mixed Pada Selasa (12/11) Pagi, Pasar Masih Mencerna Stimulus China
ILUSTRASI. Bursa Asia bergerak beragam pada perdagangan Selasa (12/11) pagi, dengan mayoritas indeks melemah. Matrix Images/Lee Sang-hoon 


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak beragam pada perdagangan Selasa (12/11) pagi, dengan mayoritas indeks melemah. 

Mengutip Bloomberg, pukul 08.23 WIB, indeks Nikkei 225 naik 179,19 poin atau 0,45% ke 39.715,29, Hang Seng turun 92,84 poin atau 0,45% ke 20.334,09, Taiex turun 329,97 poin atau 1,23% ke 23.201,45, Kospi turun 18,51 poin atau 0,73% ke 2.512,76, ASX 200 turun 35,32 poin atau 0,42% ke 8.231,90, Straits Times turun 7,77 poin atau 0,22% ke 3.730,94 dan FTSE Malaysia naik 6,21 poin atau 0,39% ke1.615,47.

Investor di Asia masih mencerna paket stimulus terbaru China, yang meringankan sebagian beban utang pemerintah daerah, namun tidak memiliki dukungan fiskal yang diharapkan banyak investor.

Data ekonomi China yang dipublikasikan pada Senin kemarin menunjukkan bahwa ekspektasi kredit pada bulan lalu melambat lebih dari perkiraan ekonom.

Baca Juga: Bursa Asia Merosot pada Perdagangan Senin (11/11), Bitcoin Perpanjang Rekor

"Tema utama yang muncul di pasar kembali mengekspresikan Trump 2.0 dengan tema yang berkembang ini bekerja bersamaan dengan semangat kebijakan China yang menggema, dengan dampak lebih lanjut dari kurangnya kebijakan yang didorong oleh permintaan yang dirinci pada pertemuan NPC China," kata Chris Weston, Kepala Penelitian di Pepperstone Group Ltd dalam sebuah catatan.

Sementara itu di Jepang perdana menteri Jepan Shigeru Ishiba berjanji akan memberikan dukungan lebih dari US$ 65 miliar bagi sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan di negara tersebut selama dekade berikutnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×