kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   -30.000   -1,11%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Bursa Asia memerah terseret lonjakan kasus virus corona baru di AS dan China


Kamis, 18 Juni 2020 / 08:35 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia kembali merah


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia kompak melemah pada awal perdagangan hari ini. Sentimen utama datang dari kekhawatiran pasar bahwa ekonomi akan kembali lebih lambat setelah munculnya lonjakan virus corona baru. 

Kamis (18/6) pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 125,80 poin atau 0,56% ke 22.329,96 dan Hang Seng juga turun 95,10 poin atau 0,39% ke 24.386,31. 

Berbeda, indeks Taiex malah naik 19,02 poin atau 0,16% ke 11.553,61 dan Kospi turun 2,91 poin atau 0,14% ke 2.138,14. Serupa ASX 200 juga melemah 54,27 poin atau 0,91% ke 5.937,50. 

Pelemahan juga dirasakan Straits Times yang turun 15,09 poin atau 0,57% ke 2.654,53 dan FTSE Malaysia turun 2,24 poin atau 0,16% ke 1.523,90. 

Baca Juga: Wall Street ditutup bervariasi akibat kenaikan kasus Covid-19 baru di AS dan China

Pelemahan pada hampir seluruh bursa saham di kawasan sejalan dengan penutupan Wall Street, di mana Dow Jones dan S&P 500 melemah dengan Nasdaq naik tipis. 

Lonjakan kasus virus corona di beberapa negara bagian AS, China serta Amerika Latin membuat prospek penguncian baru kembali datang. Hal ini menghapus optimisme pasar terhadap pemulihan ekonomi global. 

"Kehati-hatian telah muncul kembali di pasar yang sebelumnya tenang," kata Tapas Strickland, Director National Australia Bank. 

Lebih lanjut, Strickland bilang, kini pasar berusaha untuk bergulat dengan implikasi dari kenaikan infeksi virus corona dan tingkat rawat inap di bagian selatan AS yang terus meningkat. Hal tersebut dikhawatirkan dapat memaksa lockdown kembali dilakukan.

Sementara itu, China sudah kembali melakukan pembatasan dengan pembatalan sejumlah penerbangan dan penutupan sekolah untuk kawasan Beijing seiring lonjakan kasus baru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×