kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.090   7,00   0,04%
  • IDX 6.116   24,24   0,40%
  • KOMPAS100 800   3,84   0,48%
  • LQ45 609   2,51   0,41%
  • ISSI 212   1,41   0,67%
  • IDX30 343   1,31   0,38%
  • IDXHIDIV20 423   0,41   0,10%
  • IDX80 92   0,49   0,54%
  • IDXV30 115   0,08   0,07%
  • IDXQ30 110   0,42   0,39%

Bursa Asia Bergerak Mixed pada Kamis (30/7) Pagi, Mayoritas Indeks Menguat


Kamis, 30 Juli 2026 / 08:25 WIB
Bursa Asia Bergerak Mixed pada Kamis (30/7) Pagi, Mayoritas Indeks Menguat
ILUSTRASI. Bursa Asia bergerak beragam alias variasi pada perdagangan Kamis (30/7/2026). Aksi jual di saham-saham semikonduktor memperpanjang kerugian di AS.(REUTERS/Joyce Zhou)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak beragam alias variasi pada perdagangan Kamis (30/7/2026). Aksi jual yang semakin dalam di saham-saham semikonduktor memperpanjang kerugian di AS.

Mengutip Bloomberg, pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 naik 1.191,20 poin atau 2% ke 62.666,42, Hang Seng naik 67,91 poin atau 0,26% ke 25.875,83, Taiex turun 332,51 poin atau 0,85% ke 39.736,40, ASX 200 turun 38,02 poin atau 0,42% ke 9.000,40, Straits Times turun 62,83 poin atau 1,10% ke 5.650,72 dan FTSE Malaysia turun 3,34 poin atau 0,19% ke 1.712,22.

Indeks Kospi naik tipis 0,8% setelah pemerintah meningkatkan stimulus pembatasan ETF leverage setelah mengalami penurunan tajam pada Rabu kemarin.

Aksi jual chip semakin dalam di Wall Street, menyebabkan indeks semikonduktor turun 5,3%. 

Baca Juga: Harga Emas Naik Kamis (30/7) Pagi, Didukung Sikap The Fed yang Menahan Suku Bunga

Sektor teknologi tetap menjadi sorotan karena saham Microsoft Corp melonjak lebih dari 8% dalam perdagangan setelah jam pasar regular.

Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan keputusan untuk mempertahankan suku bunga bukanlah tanda keterlambatan di bank sentral dan bahwa pasar akan bebas menentukan arahnya sendiri berdasarkan sinyal ekonomi.

Tiga dari 12 pejabat yang memiliki hak suara di Fed menentang kenaikan suku bunga, menyoroti kekhawatiran yang terus berlanjut terhadap inflasi.

Kurangnya panduan kebijakan yang diperbarui, ditambah dengan komite yang terpecah membuat investor kurang memiliki kejelsan tentang arah suku bunga.

Ketidakpastian tersebut kemungkinan akan menjaga volatilitas tetap tinggi di pasar obligasi.

Baca Juga: Produksi Nikel Vale Indonesia (INCO) Meningkat pada Kuartal II-2026

"Hampir tidak ada yang bisa dijadikan alas an untuk berkecil hati di pasar,"  kata Torsten Slok, kepala ekonom Apollo Global management seperti dikutip Bloomberg.

"Agak rumit juga untuk mengetahui apa dasar keputusan ini." katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×