kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.912   -27,00   -0,15%
  • IDX 6.399   55,04   0,87%
  • KOMPAS100 843   10,66   1,28%
  • LQ45 639   8,48   1,34%
  • ISSI 221   2,33   1,06%
  • IDX30 359   4,59   1,30%
  • IDXHIDIV20 438   4,40   1,02%
  • IDX80 96   1,27   1,34%
  • IDXV30 120   0,90   0,75%
  • IDXQ30 114   1,23   1,09%

Bursa Asia Beragam pada Senin (22/6) Pagi, Mayoritas Indeks Melemah


Senin, 22 Juni 2026 / 08:28 WIB
Bursa Asia Beragam pada Senin (22/6) Pagi, Mayoritas Indeks Melemah
ILUSTRASI. Bursa Asia dibuka beragam dengan mayoritas indeks melemah setelah laporan media Iran yang menyatakan bahwa Iran menghentikan perundingan damai. (REUTERS/Hollie Adams)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia dibuka beragam pada perdagangan awal pekan ini, Senin (22/6/2026). Mengutip Bloomberg, pukul 08.18 WIB, indeks Nikkei 225 naik 1.050,75 poin atau 1,47% ke 72.301,38, Hang Seng turun 113,05 poin atau 0,47% ke 23.811,76, Taiex naik 982,15 poin atau 2,12% ke 4.7498,55, Kospi naik 143,72 poin atau 1,50% ke 9.188,62, ASX 200 naik 7,13 poin atau 0,08% ke 8.835,80, Straits Times turun 14,77 poin atau 0,25% ke 5.179,09 dan FTSE Malaysia turun 4,60 poin atau 0,32% ke 1.706,61.

Bursa Asia dibuka beragam dengan mayoritas indeks melemah setelah laporan media Iran yang menyatakan bahwa Iran menghentikan pembicaraan lantaran Presiden AS Donald Trump mengancam menyerang Iran jika Hizbulla terus berlanjut menyerang Iran.

"Pasar melihat kesepakatan Iran rapuh, tetapi tidak cukup rapuh untuk memicu penyesuaian Harga risiko geopolitik secara agresif pada tahap ini,"  kata Di Lin Wu, seorang ahli strategi di Pepperstone Group seperti dikutip Bloomberg.

Baca Juga: Harga Emas Turun Senin (22/6) Pagi, Dipicu Ketegangan AS-Iran & Nada Hawhish The Fed

Di Asia, para pedagang akan focus pada pengumuman suku bunga China yang akan menunjukkan kondisi perekonomian negara itu. Pasar memperkirakan suku bunga pinjaman Utama China akan tetap, karena penyangga dari ekspor yang kuat dan booming AI dapat mengurangi urgensi untuk meningkatkan dukungan bagi perekonomian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×