kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.090   7,00   0,04%
  • IDX 6.116   24,24   0,40%
  • KOMPAS100 800   3,84   0,48%
  • LQ45 609   2,51   0,41%
  • ISSI 212   1,41   0,67%
  • IDX30 343   1,31   0,38%
  • IDXHIDIV20 423   0,41   0,10%
  • IDX80 92   0,49   0,54%
  • IDXV30 115   0,08   0,07%
  • IDXQ30 110   0,42   0,39%

Harga Emas Naik Kamis (30/7) Pagi, Didukung Sikap The Fed yang Menahan Suku Bunga


Kamis, 30 Juli 2026 / 08:15 WIB
Harga Emas Naik Kamis (30/7) Pagi, Didukung Sikap The Fed yang Menahan Suku Bunga
ILUSTRASI. Harga emas naik setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya, meski ada peningkatan risiko inflasi dari perang di Timur Tengah.(REUTERS/Alexander Manzyuk)


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga emas naik pada perdagangan Kamis (30/7/2026) pagi. Pukul 08.08 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2026 di Commodity Exchange ada di US$ 4.125,80 per ons troi naik 0,70% dari sehari sebelumnya yang ada di US$ 4.097 per ons troi.

Mengutip Bloomberg, harga emas naik setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya, meski ada peningkatan risiko inflasi yang berasal dari perang di Timur Tengah.

The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunganya, meski hasil pemungutan suara terpecah yang menandakan keyakinan yang semakin besar di antara pembuat kebijakan bahwa biaya pinjaman yang lebih tinggi mungkin diperlukan untuk meredam tekanan inflasi.

Baca Juga: Harga Minyak Terkoreksi Tipis pada Kamis (30/7) Pagi, Setelah Melonjak Tajam Kemarin

Ketua The Fed Kevin Warsh menegaskan bahwa keputusan terbaru ini bukanlah tanda kelambatan di bank sentral AS.

"Jika inflasi terus tinggi selama periode perkiraan, suku bunga bisa jadi bagian dari solusi tersebut," katanya.

Harga emas telah turun lebih dari 20% sejak perang AS-Iran dimulai. 

"Kelas asset yang terlalu banyak di-short selling atau kurang disukai seperti logam mulia dan obligasi dapat mengharapkan reli pemulihan setelah keputusan The Fed,"  kata Nicki Shields, kepala penelitian dan strategi logam di MKS PAMP SA seperti dikutip Bloomberg. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×