kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.900   -39,00   -0,22%
  • IDX 6.406   61,82   0,97%
  • KOMPAS100 844   11,63   1,40%
  • LQ45 640   9,07   1,44%
  • ISSI 222   2,51   1,15%
  • IDX30 359   4,97   1,40%
  • IDXHIDIV20 438   4,44   1,03%
  • IDX80 96   1,40   1,47%
  • IDXV30 120   0,89   0,74%
  • IDXQ30 114   1,32   1,17%

Wijaya Karya (WIKA) Buka Suara Soal Rencana Kemenkeu Ambil Alih Saham Whoosh


Jumat, 07 Agustus 2026 / 15:01 WIB
Wijaya Karya (WIKA) Buka Suara Soal Rencana Kemenkeu Ambil Alih Saham Whoosh
ILUSTRASI. WIKA menyambut baik dan menghormati rencana pengambilalihan saham WIKA di Whoosh oleh pemerintah. ? (WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) memberikan tanggapan terkait rencana pemerintah untuk mengalihkan saham kepemilikan BUMN di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kepada Kementerian Keuangan.

Asal tahu saja, pengalihan itu disebut sebagai bagian dari skema restrukturisasi pembiayaan proyek kereta cepat Whoosh. 

Porsi kepemilikan Indonesia saat ini ada di kisaran 60% pada PT KCIC, dengan 40% sisanya dimiliki konsorsium asal China.

Kepemilikan Indonesia di PT KCIC dipegang oleh dipegang oleh PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI), yang merupakan konsorsium beranggotakan PT Kereta Api Indonesia (KAI), WIKA, PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Perkebunan Nusantara VIII.

Di PSBI, WIKA menggenggam saham 33,36% dan JSMR memiliki 7,08%. Per kuartal I 2026, WIKA menanggung cost overrun Rp 5,02 triliun dan harus menderita rugi Rp 1,8 triliun per tahun dari KCIC. 

Baca Juga: Usai Suspensi Dicabut BEI, Saham COAL Melesat 8,7% Meski Masih Merugi

Corporate Secretary WIKA Ngatemin alias Emin memaparkan, WIKA menyambut baik dan menghormati rencana pengambilalihan saham WIKA di PSBI oleh Pemerintah. 

“Selanjutnya kami akan menunggu arahan dari Danantara selaku Pemegang Saham Mayoritas Perseroan maupun Kemenkeu selaku Pemangku Kebijakan tersebut,” katanya kepada Kontan, Jumat (7/8/2026).

Dengan dilepasnya kepemilikan saham perseroan di PSBI, WIKA berpotensi untuk tidak lagi menanggung porsi rugi dari investasi tersebut dan menjaga bisnisnya tetap berkelanjutan. 

Selain itu, kata Emin, hal tersebut juga sejalan dengan arahan Pemegang Saham Mayoritas untuk kembali ke core business.

“Selanjutnya perseroan akan berfokus menjalankan proses restrukturisasi secara menyeluruh guna memperkuat struktur keuangan, menjaga likuiditas, dan meningkatkan kinerja operasional,” ungkapnya.

Per kuartal I 2026, WIKA mengantongi rugi per saham dasar Rp 28,52 di kuartal I 2026, naik dari rugi per saham dasar Rp 19,57 di periode sama tahun lalu.

Pendapatan bersih WIKA tercatat Rp 2,6 triliun di kuartal I 2026. Ini turun 16,34% dari Rp 3,11 triliun di kuartal I 2025.

Baca Juga: Meski Pasar Bergejolak, BNP Paribas Prediksi Dana Kelolaan Reksadana Tetap Tumbuh

Sebelumnya diberitakan, Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pengalihan tersebut tidak akan mengubah struktur konsorsium Indonesia di KCIC. 

Menurutnya, PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebagai pemegang saham dari pihak Indonesia tetap ada, namun saham yang dimiliki konsorsium tersebut akan dialihkan kepada Kementerian Keuangan. 

"Enggak (dibubarkan), konsorsiumnya ada yang memberikan (mengalihkan) saham punya dia ke saya," kata Purbaya usai bertemu Kepala BP BUMN Indonesia Dony Oskaria, Rabu (5/8/2026).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×