kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (11/5), Indeks Kospi Cetak Rekor Tertinggi Baru


Senin, 11 Mei 2026 / 08:25 WIB
Bursa Asia Bervariasi di Pagi Ini (11/5), Indeks Kospi Cetak Rekor Tertinggi Baru
ILUSTRASI. GLOBAL-MARKETS/ (REUTERS/Kim Soo-hyeon)


Reporter: Anna Suci Perwitasari | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bervariasi pada perdagangan pagi ini. Senin (11/5/2026) pukul 08.21 WIB, indeks Nikkei 225 naik 0,42% ke 62.978,53. Berbeda, indeks Hang Seng dibuka melemah 0,31% ke 26.310,87.

Selanjutnya indeks Taiex terlihat melemah tipis 0,01% menjadi 41.598,63  dan indeks Kospi melonjak 4,29% ke 7.819,47. Sedangkan indeks ASX 200 melemah 0,75% ke 8.678,6.

Di sisi lain, FTSE Straits Times naik tipis 0,08% ke 4.925,88 dan FTSE Malay KLCI menguat 0,08% ke 1.749,88.

Indeks Kospi Korea Selatan dibuka pada rekor baru, memimpin kenaikan di pasar Asia-Pasifik di tengah kenaikan harga minyak dan meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Baca Juga: Cek Rekomendasi Saham Pilihan dari MNC Sekuritas di Perdagangan Hari Ini (11/5)

Sentimen investor tetap waspada setelah Presiden Donald Trump menolak proposal terbaru Iran untuk mengakhiri perang.

Iran mengajukan proposal baru kepada negosiator AS yang berfokus pada pengakhiran konflik Timur Tengah. Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengatakan bahwa tawaran balasan tersebut menyerukan pengakhiran perang di semua lini dan pencabutan sanksi terhadap Teheran, mengutip sumber yang mengetahui informasi tersebut.

Namun, Trump mengatakan dia tidak menyukai tanggapan Iran dan menyebutnya "SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!" dalam sebuah unggahan di Truth Social.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu (10/5/2026) bahwa perang dengan Iran "belum berakhir," karena AS dan Israel masih berupaya untuk mengekang ambisi nuklir Teheran.

Komentar Netanyahu muncul menjelang kunjungan Trump ke China akhir pekan ini, di mana ia diperkirakan akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping. Perang dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah meningkatkan biaya energi global dan menaikkan harga gas secara tajam di AS.

Senin (11/5/2026) pukul 07.30 WIB, harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juni 2026 naik 3,39% menjadi US$ 98,65 per barel. Sejalan, harga minyak Brent untuk kontrak berjangka pengiriman Juli 2026 melonjak 3,37% menjadi US$ 104,66 per barel.

Indeks Kospi Korea Selatan dibuka naik 3,67% ke rekor baru, sementara indeks Nikkei 225 Jepang bertambah 0,81%, sementara Topix naik 0,32% di awal perdagangan.

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham Emiten Teknologi di Tengah Kinerja Beragam di Kuartal I-2026

Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow Jones Industrial Average turun 143 poin, atau 0,3%. Sedangkan, kontrak berjangka indeks S&P 500 dan indeks Nasdaq 100 masing-masing turun 0,3%.

Pergerakan pada hari Minggu terjadi setelah S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik lebih dari 2% dan 4% pada pekan lalu. Kedua indeks mencatat minggu penguatan keenam berturut-turut — yang pertama bagi masing-masing indeks sejak 2024.

Sementara indeks Dow naik 0,2% untuk pekan ini, mencatatkan kenaikan minggu kelima dari enam minggu terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×