kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Bunga mahal, masih ada peluang pendanaan lain bagi emiten


Senin, 04 Juni 2018 / 00:48 WIB
Bunga mahal, masih ada peluang pendanaan lain bagi emiten
ILUSTRASI. ILUSTRASI OPINI - Saat Pasar Saham dan Suku Bunga Menlonjak


Reporter: Krisantus de Rosari Binsasi, Willem Kurniawan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia, 7 day reverse repo rate dua kali di bulan Mei dengan total kenaikan 50 basis poin menjadi 4,75% bisa mempengaruhi emiten. Memang, tidak semua emiten akan terpengaruh langsung kenaikan suku bunga. Kenaikan suku bunga hanya akan terasa bagi emiten yang mencari pendanaan dari pinjaman bank baru atau penerbitan surat utang baru.

Biasanya, surat utang emiten lama menggunakan patokan bunga tetap sehingga ketika ada perubahan suku bunga, bunga utang lama tidak akan terpengaruh. Berbeda halnya jika emiten sebelumnya menerbitkan surat utang atau meminjam bank dengan suku bunga floating.

Juan Harahap, analis Artha Sekuritas Indonesia mengatakan, ketika suku bunga naik, emiten bisa memilih sumber pendanaan lain, seperti rights issue. Perusahaan-perusahaan yang belum melantai di Bursa Efek Indonesia pun bisa mempertimbangkan initial public offering (IPO).

"Rights issue adalah cara termurah dari perusahaan untuk mendapatkan dana. Kalau emiten utang bank, baru dia akan terpengaruh kenaikan suku bunga," kata Kiswoyo Adi Joe, analis Narada Kapital Indonesia. Jika emiten berniat ekspansi, aksi korporasi berupa penerbitan saham baru bisa dipertimbangkan.

Namun, Juan mengatakan bahwa seiring kenaikan suku bunga, pasar modal menjadi kurang menarik di mata investor. Jadi, emiten perlu memikirkan strategi agar memuluskan pendanaan. "Bank biasanya akan menaikkan suku bunga secara progresif sehingga tidak akan langsung berdampak pada kinerja perusahaan," kata dia, Minggu (3/6).

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri menambahkan, kenaikan suku bunga belum terlalu membebani kinerja emiten. Sebab, bank mungkin tidak akan terburu-buru menaikkan suku bunga kredit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×